Apa Itu Return On Invested Capital (ROIC)?

Ada orang menawarkan Anda sebuah rencana bisnis. Sebuah tawaran rencana bisnis pasti haruslah menarik dari segi keuntungan. Anda tentunya ingin mencari tahu berapa persen untungnya tiap bulan atau tiap tahun jika Anda menginvestasikan uang Anda pada bisnis tersebut. Jumlah persen untung tersebutlah yang disebut return on invested capital atau ROIC.

Bagaimana Cara Menghitung ROIC?

Perhitungan ROIC sangatlah sederhana. Bayangkan Anda punya uang Rp10.000.000 untuk diinvestasikan pada sebuah rencana bisnis yang diajukan oleh rekan atau partner Anda. Lalu Anda bertanya kepada rekan Anda, “Sebulan kira-kira untungnya berapa ya?” Rekan Anda menjawab “Ya, kalau investasinya Rp10.000.000 kira-kira sebulan dapat keuntungan bersih Rp1.000.000.” Melalui jawaban tersebut lalu Anda berpikir berarti keuntungan per bulan adalah 10% dari total uang yang ditanamkan pada investasi tersebut. Angka 10% itulah yang disebut ROIC.

Ilustrasi di atas sangatlah mudah kita bayangkan. Oleh karena itu, cukup mudah juga untuk menampilkannya dalam bentuk rumus sebagai berikut.

ROIC = Keuntungan Bersih / Total Investasi

Mudah kan?

Hubungan ROIC dan Balik Modal

Jika Anda sudah tahu berapa keuntungan yang Anda dapatkan tiap bulannya dari investasi yang Anda tanamkan, Anda dapat dengan mudah menghitung berapa lama akan balik modal. Contoh pada ilustrasi di atas menunjukkan bahwa Anda akan balik modal dalam waktu 10 bulan karena tiap bulannya Anda dapat Rp1.000.000.

Kenapa ROIC Penting?

Bayangkan jika Anda mendapatkan 100 tawaran investasi? Apakah Anda akan menghitung satu-satu berapa modal yang harus dikeluarkan dan berapa keuntungannya tiap tahun atau bulan untuk setiap masing-masing tawaran investasi? Tentu saja Anda akan capek jika menghitung satu persatu. Oleh karenanya, perlu metode perhitungan ROIC untuk melihat keuntungan investasi secara cepat.

Melalui perhitungan ROIC Anda cukup bertanya “Berapa ROIC-nya?” Anda akan mendapatkan banyak pilihan 5%, 10%, 15%, atau bahkan jauh lebih tinggi. Nilai ROIC yang lebih tinggilah yang seharusnya Anda pilih dalam konteks ini, tidak perlu tanya berapa rupiah keuntungannya atau berapa rupiah modalnya. Demikianlah, ROIC dapat membantu Anda untuk memilih banyaknya tawaran investasi dengan cepat!

Tags: ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

Belum ada tanggapan untuk “Apa Itu Return On Invested Capital (ROIC)?”

Silakan Beri Komentar