Alasan LGBT Tidak Boleh Dilegalisasi

Mari kita berangkat dari pokok pikirian ektrimis. Kenapa LGBT tidak boleh dilegalisasi?

Karena akan membuat umat manusia punah.

Katakanlah, setiap tahunnya terjadi kenaikan jumlah LGBT sebesar 0.01%, maka dalam kurun waktu 100 tahun akan ada tambahan LGBT sebesar 71.500.000 orang. Jumlah tersebut memrupakan 1% dari penduduk dunia saat ini yang mencapai 7.150.000.000 jiwa. Mari kita bagi masing-masing secara merata:

  • 17.875.000 lesbian
  • 17.875.000 gay
  • 17.875.000 biseksual
  • 17.875.000 transgender

Ya, kira-kira segitu angkanya.

Penduduk Indonesia saat ini lebih dari 250.000.000 orang atau 3.4% dari penduduk dunia. Jadi jumlah LGBT di Indonesia dalam kurun waktu 100 tahun mendatang adalah sekitar 2.431.000 orang. Bisa saja anak atau cucu Anda berada di dalam angka tersebut nantinya.

Dengan angka sebesar itu, mungkin dalam kurun waktu maksimal 10.000 tahun umat manusia sudah tidak ada karena tidak ada yang mau berkembang biak. Kita tidak mungkin hidup segitu lama, tetapi itulah kira-kira gambaran ekstrim kalau pertumbuhan LGBT per tahun sebesar 0.01%. Kalau ternyata 1%? Hitung saja sendiri, mungkin kita bakal punya seorang cucu yang LGBT.

Normalkah LGBT?

Apakah LGBT itu normal? Sayang sekali jawabannya adalah TIDAK. Ini sama saja mempertanyakan apakah anak lahir dengan keadaan mata sebelah kiri buta itu normal? Mungkin orang tua atau simpatisan akan jawab itu normal, tapi kenyataannya TIDAK.

Namun, ketidaknormalan itu masih dalam keadaan yang bisa dikondisikan. Artinya, LGBT atau mata kiri buta itu tidak masalah ketika scope-nya masih personal, tetapi kalau sudah terorganisir atau dalam jumlah banyak itu baru masalah.

Ketika tahun lalu dan tahun ini jumlah anak yang lahir buta rata-rata ada 100 bayi itu masih bisa diterima oleh negara. Namun, kalau tahun depan tiba-tiba menjadi 100.000 bayi pasti pemerintah tidak akan diam.

Begitu juga dengan LGBT, apabila di sekitar kita ada teman, kerabat, atau saudara yang LGBT janganlah dikucilkan atau dicibir mungkin itu memang bawaan dari lahir dan ini levelnya personal. Tetapi, kalau sudah ada sekumpulan LGBT yang terorganisir untuk mengembangkan LGBT di wilayah kita itu baru kita harus turun tangan. Kenapa? Karena hal yang terorganisir beginilah yang sesungguhnya merusak, anak dan orang terdekat kita bisa terpengaruh.

Introspeksi

Itu adalah salah satu alasan logis kenapa LGBT tidak boleh dilegalisasi. Mari kita tanya kepada diri kita dengan pertanyaan berikut.

  • Apakah Anda berharap anak atau cucu Anda adalah LGBT?
  • Jika Anda adalah seorang LGBT, apakah Anda lebih senang jika terlahir seperti orang pada umumnya?
  • Jika Anda adalah seorang LGBT, coba bayangkan ketika tiba-tiba Anda menjadi seperti orang pada umumnya dan orang-orang disekitar tidak lagi mencibir Anda, keadaan mana yang Anda pilih?
  • Apakah menurut Anda LGBT itu adalah hal benar yang seharusnya terjadi pada seluruh umat manusia?
  • Coba tanya kakek, nenek, ayah, atau ibu yang sudah mengetahui dan menerima bahwa Anda itu seorang LGBT, tetapi Anda tiba-tiba memutuskan untuk menikah dengan lawan jenis, apakah mereka senang?

Bagaimana sekarang perasaan Anda atau apa yang Anda sedang pikirkan?

Secara personal saya tidak masalah dengan individu LGBT, tapi saya tidak mendukung gerakan atau organisasi LGBT.

Anda LGBT atau bukan pasti emosi baca artikel ini, silakan beri komentar tapi dengan kepala dingin.

 

Tags:

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

Belum ada tanggapan untuk “Alasan LGBT Tidak Boleh Dilegalisasi”

Silakan Beri Komentar