Kelelahan SDM Pada Proses New Business Development

Sumber daya manusia (SDM) memiliki kapasitas yang berbeda-beda. Kapasitas tersebut antara lain terdiri atas kapasitas fisik, kapasitas berpikir, dan pengalaman. Kombinasi dan kolaborasi yang bagus antar individu dengan kapasitasnya masing-masing akan membuat nilai man power yang tinggi. Hal ini penting karena SDM merupakan sumber competitive advantage bagi perusahaan (Wen-Cheng, Chien-Hung, dan Ying-Chien, 2010:101).

Kelelahan SDM dan Business Development

Lalu apa hubungan kelelahan dengan business development? Menurut Pollack (2012) Business development is the creation of long-term value for an organization from customers, markets, and relationships. Kata yang perlu digarisbawahi adalah long-term value. Dalam hal ini agen yang akan membuat long-term value tersebut tidak lain adalah setiap individu yang ada di dalam perusahaan. Sudah disebutkan diawal bahwa tiap individu memiliki kapasitas tersendiri. Oleh karenanya, business development yang baik harus memiliki pengetahuan dan assessment terhadap SDM-nya untuk menggapai long-term value tersebut.

Faktanya tidak banyak yang menyadari bahwa modal uang adalah salah satu hal yang membuat buta para pemimpin perusahaan. Diasumsikan bahwa modal uang adalah hal yang utama bagi new business development. Memang modal adalah sine-que-non bagi bisnis, tetapi bagi bisnis yang telah berjalan dan sedang berkembang jumlah dan kapasitas SDM harus diperhitungkan. Katakanlah bahwa kualitas mayoritas individu dalam perusahaan tergolong hebat dengan kemampuan akademis yang bagus dan banyak pengalaman. Pemimpin perusahaan melihat bahwa individu tersebut adalah aset yang benar-benar harus dimanfaatkan. Pemimpin perusahaan terlalu percaya dengan asumsinya sendiri bahwa individu tadi mampu mengerjakan berbagai jenis tugas.

Memang benar bahwa individu yang cerdas dan berpengalaman dapat mengerjakan berbagai tugas, tetapi hal yang dilupakan adalah persoalan tentang fisik individu. Daftar pengalaman, pendidikan formal, dan sertifikasi dapat dilihat di atas kertas, tetapi bagaimana dengan kemampuan fisik dan mental individu? Dapat dilihat melalui tes psikologi atau psikotes? Seberapa jauhkah hasil psikotes individu dipakai oleh para pemimpin perusahaan dalam menentukan untuk individu tersebut pada saat proses new business development berlangsung? Seberapa jauhkah pemimpin mengenal para manajer yang dipercaya dapat memimpin para individu tersebut?

Pada proses new business development yang berlangsung serba cepat dan memiliki berbagai tantangan mulai dari pengurusan perizinan, masalah legal, masalah dampak lingkungan, dan lainnya para manajer tidak memiliki cukup waktu untuk mengenal kapasitas para individu, meskipun mereka sudah berpengalaman. Apabila dipaksakan, keadaan ini dapat menimbulkan kelelahan SDM.

Bentuk Kelelahan SDM

Kelelahan SDM ini terjadi apabila individu terlalu banyak melakukan tugas baik yang terkait dengan latar belakang pendidikan dan pengalamannya maupun yang bukan. Konsekuensinya adalah berkurangnya kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh individu tersebut. Lalu apa bentuk nyata dari kelelahan SDM ini?

  • Sering terjadi miscommunication dalam suatu project
  • Sering banyak revisi atau kesalahan pada sebuah tugas yang bersifat kalkulatif dan riset
  • Manajer sering lupa siapa yang ditunjuk untuk bertanggung jawab mengerjakan tugas tertentu
  • Deadline sering terpaksa diundur karena tugas yang diberikan tidak dikerjakan dengan benar
  • Kondisi fisik para individu yang terlihat lelah, terlambat, dan bahkan izin karena sakit
  • Tugas individu dalam suatu tim tidak diketahui secara paralel oleh anggota tim lain sehingga aliran informasi terbatas pada seorang individu yang bersangkutan

Pencegahan Kelelahan SDM

Kelelahan SDM ini mengganggu proses business development atau proyek yang sedang dijalankan. Oleh karenanya sebelum kelelahan SDM terjadi dapat dilakukan pencegahan dengan cara sebagai berikut.

  • Mendesain alur informasi antar individu, individu-manajer, dan manajer-pemimpin perusahaan
  • Identifikasi kemampuan atau skill masing-masing individu oleh manajer
  • Mendesain checklist yang disesuaikan dengan target proyek dalam business development dan di dalamnya terdapat daftar penanggung jawab suatu tugas
  • Rapat harian paling lama 15 menit setiap hari yang di dalamnya membahas progress tugas masing-masing individu tentang tugas yang telah diselesaikan, kendala tugas tersebut, dan tugas selanjutnya yang akan diselesaikan dalam waktu dekat
  • Manajer tidak memberikan tugas tambahan jika tidak mendesak
  • Manajer sebaiknya memberikan semangat (encourage) kepada para individu agar mengerjakan tugas sebaik mungkin dalam jam kerja supaya tugas tersebut tidak dikerjakan pada saat individu sudah sampai waktunya untuk beristirahat atau pulang kantor

Demikianlah cara mencegah kelelahan SDM dalam new business development yang biasanya berlangsung hectic, sibuk, dan memerlukan effort lebih besar daripada pekerjaan biasanya untuk menggapai kesuksesan.

*Referensi yang berhubungan dengan kelelahan SDM akan ditambahkan.

Referensi:

Wen-Cheng, W., Chien-Hung, L., dan Ying-Chien, C. (2010). Types of Competitive Advantage and Analysis. International Journal of Business and Management, Vol. 6, No. 5, May 2011.

Pollack, S. (2012). http://www.forbes.com/sites/scottpollack/2012/03/21/what-exactly-is-business-development/. Diakses 31 Oktober 2015.

Tags: , , , ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

Belum ada tanggapan untuk “Kelelahan SDM Pada Proses New Business Development”

Silakan Beri Komentar