Apa Itu Abstrak dan Universal?

Sebelum memasuki pembahasan, haruslah dipahami bahwa istilah abstrak dan universal memiliki arti yang berbeda dan tidak dapat diperbandingkan. Ibarat kuda dan batu. Sehingga pada awalnya pembahasan istilah abstrak dan universal akan dibahas secara terpisah.

Abstrak

Secara umum orang mengenal istilah abstrak untuk mendeskripsikan sesuatu yang tidak jelas, lukisan abstrak misalnya. Bahkan contoh yang lebih ekstrim yaitu seseorang dengan wajah yang abstrak. Namun, istilah abstrak sependengaran saya paling banyak disandingkan dengan kata lukisan, menjadi lukisan abstrak.

Secara khusus, dalam dunia akademis istilah abstrak dimaknai sebagai intisari yang isinya adalah latar belakang, landasan teori atau konstruk, tinjauan pustaka, hasil, dan kesimpulan penelitian. Sedangkan dalam dunia pemrograman contohnya PHP, istilah abstrak berfungsi untuk menggambarkan konsep atau sistem suatu program secara singkat agar siapapun pemrogramnya harus mengikuti sistem tersebut. Istilah abstrak dalam hal ini tentu memiliki makna yang jelas dibandingkan dengan istilah abstrak sebelumnya.

Komponen Abstrak

Lalu bagaimana bisa sebuah istilah saling berlawanan maknanya? Bisa saja, suka-suka yang menggunakan dan tergantung konteksnya. Contoh penerapan abstrak adalah ketika membicarakan istilah negara. Apa abstraksi tentang negara yang bisa kita pikirkan? Negara haruslah memiliki wilayah, manusia, dan sumber daya alam. Jika begitu, apa yang dapat dilakukan dengan wilayah, manusia, dan sumber daya alam? Pembahasan terhadap ketiga hal tersebut bukanlah abstraksi lagi, tetapi merupakan elaborasi terhadap abstrak tersebut. Stop sampai di situ, ini adalah abstraksi saya tentang negara! Masing-masing orang punya abstraksinya sendiri terhadap suatu hal. Bisa jadi istilah negara diabstraksikan secara lebih lengkap misalnya negara harus memiliki pemerintahan dan ideologi. Jadi abstraksi itu jelas, tetapi komponennya yang belum dijelaskan.

Komponen dalam abstraksi yang belum dijelaskan maksudnya apa? Contohnya abstraksi mobil. Mobil harus memiliki mesin, kemudi, dan roda. Anggap kita setuju dengan abstraksi tersebut. Komponen yang belum dijelaskan adalah mesinnya mesin apa? Dieselkah? Kemudinya memakai apa? Rodanya bentuknya mau bundar, kotak, atau segitiga? Begitulah, Make sense?

Abstrak Secara Ilmiah

Kadosh dan Walsh (2009) melakukan penelitian tentang representasi numerik dalam parietal lobes pada manusia. Mereka ingin mengetahui apakah representasi numerik tersebut adalah abstrak atau bukan. Hasil penelitian mereka menunjukan bahwa representasi numerik tersebut bukanlah abstrak.

Pada penelitian tersebut Kadosh dan Walsh (2009:326) memakai pendapat Barsalou bahwa  “abstraction is simply a skill that supports goal achievement in a particular situation.” Sangat berbeda apabila kita bandingkan dengan abstrak dalam tataran seni lukis. Tidak akan cocok apabila yang satu membahas lukisan abstrak dan satunya lagi abstrak dalam penelitian.  Oleh karena itu penggunaan kata “abstrak” sebaiknya dikaitkan dengan sebuah konteks supaya tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami suatu konsep. 

Ada kritik menarik terkait penelitian Kadosh dan Walsh (2009:363) yaitu numerik atau angka tidak jelas masuk ke dalam kategori abstrak atau konkrit, contohnya kursi lebih konkrit daripada kebenaran, tetapi keduanya tidak jelas masuk ke dalam kategori yang mana. Kita tidak akan masuk jauh lebih dalam ke pembahasan kritik tersebut, tetapi idenya bagus untuk dikontemplasikan.

Universal

Istilah universal biasa digunakan untuk menjelaskan cakupan suatu konteks. Dalam dunia pemrograman, misalnya PHP, universal diibaratkan sebagai public yaitu cakupan yang bisa diakses oleh siapa saja, di mana saja, dan output-nya sama. Contoh cakupan universal adalah manusia di bumi yang mengenal konsep batu. Gagasan tentang batu di mana saja akan sama. Kebanyakan dari kita akan secara otomatis mengaitkan batu dengan konsep keras apabila mendengar kata “batu”. Jarang dari kita yang ketika mendengar kata “batu” malah berpikir bahwa itu adalah benda yang lembek seperti jelly.

Penelitian Burmeister, Weckert, dan Williamson (2011:239) tentang universal value menunjukkan bahwa universal value dikaitkan dengan kesejahteraan manusia, martabat manusia, keadilan, keamanan dan kenyamanan hidup manusia, dan hak asasi manusia. Kita tahu tentang hal itu semua, manusia di belahan bumi mana pun akan tahu jika martabatnya terusik. Jadi universal hendaknya diinterpretasikan sebagai konsep yang demikian itu. Kata kuncinya adalah cakupan (scope).

Nah untuk istilah abstrak universal, saya tidak tahu betul siapa yang mencetuskan dan penggunaan istilah tersebut haruslah dikaitkan dengan konteks dalam literatur tersebut. Kita harus menggunakan pemaknaan abstrak yang bijaksana agar tidak terjadi miskonsepsi. Untuk istilah universal sendiri tampaknya sudah cukup jelas. Just the matter of scope.

Referensi

  • Kadosh, R.C. dan Walsh, V. , “Numerical representation in the parietal Lobes: Abstract or not abstract?”, BEHAVIORAL AND BRAIN SCIENCES, Vol. 32, 313-373, 2009.
  • Burmeister, O.K., Weckert, J., dan Williamson, K., “Seniors Extend Understanding
    of What Constitutes Universal Values”, Journal of Information,
    Communication & Ethics in Society, Vol. 9, No. 4, 238-252, 2011.
Tags: ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

Belum ada tanggapan untuk “Apa Itu Abstrak dan Universal?”

Silakan Beri Komentar