Strategi Korporat: Integrasi Vertikal

Salah satu strategi korporat adalah integrasi vertikal (vertical integration). Integrasi vertikal terbilang sulit untuk dijelaskan secara definitif karena konsepnya terlalu abstrak. Integrasi vertikal berkaitan dengan prosesĀ rantai nilai (value chain). Rantai nilai berisi berbagai tahapan atau aktivitas yang tujuan akhirnya adalah menyediakan barang atau jasa bagi konsumen (Barney, 2007). Perusahaan menghasilkan barang atau jasa yang dapat berbeda satu sama lain karena memang bisnisnya berbeda.

Kebutuhan Perusahaan

Ketika sebuah perusahaan membutuhkan barang atau jasa yang berbeda untuk mendukung proses dalam menghasilkan produknya maka perusahaan dapat membeli barang atau jasa pendukung tersebut dari perusahaan lain. Ketika perusahaan merasa sangat butuh barang atau jasa tersebut maka perusahaan dapat melakukan integrasi vertikal dengan cara membeli atau membuat perusahaan yang memproduksi barang atau jasa yang diinginkan.

Rantai nilai

Rantai nilai dengan hasil barang/jasa berbeda

Pada gambar di atas perusahaan A memproduksi laptop dan perusahaan B memproduksi layar LED. Seperti yang kita ketahui bahwa laptop membutuhkan layar LED, maka perusahaan A dapat membelinya melalui perusahaan B sehingga dalam hal ini perusahaan B menjadi supplier bagi perusahaan A.

Perbedaan Rantai Nilai

Dari segi rantai nilai firm infrastructure, human resource management, technological development, dan procurement pada masing-masing perusahaan berbeda satu sama lain. Artinya memang kedua perusahaan ini beroperasi dan dikelola dengan cara yang berbeda. Ketika perusahaan A merasa perlu untuk memproduksi layar LED sendiri lalu mendirikan atau membeli perusahaan yang memproduksi layar LED, maka perusahaan A telah melakukan integrasi vertikal.

Poin penting dari integrasi vertikal adalah pengadopsian rantai nilai yang jauh berbeda dengan perusahaan utama. Pada contoh di atas jenis integrasi vertikal yang dilakukan adalah integrasi vertikal ke belakang (backward vertical integration). Pembahasan tentang integrasi vertikal ke belakang dan integrasi vertikal ke depan (forward vertical integration) dibahas pada artikel selanjutnya.

Daftar Bacaan

Barney, Jay B. (2007), “Gaining and Sustaining Competitive Advantage 3rd edition”, Pearson Education Inc., New Jersey.

Tags: ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

Belum ada tanggapan untuk “Strategi Korporat: Integrasi Vertikal”

Silakan Beri Komentar