Budaya Orang Jawa dan Pola Duduk Siswa

Sering terdengar keluhan dari para dosen atau guru bagaimana anak didik di Indonesia cenderung enggan menempati kursi pertama dalam sebuah perkuliahan atau pengajaran. Saya akan mencoba menganalisisnya dengan membandingkannya dengan kacamata budaya. Dalam kasus ini saya akan mencoba membandingkannya dengan budaya jawa. Kita akan mencoba mencari akar kenapa bisa demikian.

Senjata dalam budaya jawa adalah keris. Keris adalah semacam pisau kecil yang sering dimasukkan di ikat pinggang di bagian belakang. Senjata keris ini kadang dikatakan memiliki aji-aji dan memiliki kesaktian. Jika dilihat dari posisi penempatan keris maka seorang pemakai keris memiliki bahaya. Karena dia tidak bisa melihat belakang maka seorang pemimpin memiliki bahaya jika dia berada di depan, maka keris yang ada di belakang itu bisa diambil dan ditusukkan kepada dirinya sendiri.

Seorang pemimpin Jawa dilihat dari penempatan keris memiliki bahaya jika dia berada di tempat paling depan dia bisa dikhianati dan dibunuh. Saat perang memang keris diletakkan di depan. Namun saat damai yang perlu diwaspadai dan yang perlu ditakut-takuti dengan keberadaan keris adalah para bawahan sendiri. Sehingga keris diletakkan di belakang.

Karena itu jika dilihat dari kebudayaan Jawa ini. Maka orang jawa memiliki alasan kenapa dia merasa lebih baik berada di belakang atau tengah. Kalau berada di depan dia berada dalam bahaya. Dia bisa ditusuk dari belakang, dan ini yang menakutkan. Ini bisa dilihat pula dengan bentuk blangkon. Bentuk blangkon sebenarnya menyerupai bentuk wajah dengan kumis dan sebuah hidung yang sangat besar. Ini membuat kita serasa diawasi dari belakang. Seakan bisa melihat di belakang kepalanya dan menakut-nakuti. Tempat yang paling aman dan bisa mengawasi semuanya tentu saja di belakang atau tengah. Menjadi seorang pemimpin sejati yang berada di depan membutuhkan keberanian. Karena dia harus bisa mempercayai bawahannya dan harus sensitif.

Tags:

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Belum ada tanggapan untuk “Budaya Orang Jawa dan Pola Duduk Siswa”

Silakan Beri Komentar