Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci

Dalam dunia internet sekarang ini kita menemukan sebuah fenomena yang bernama Haters. Fenomena ini disebut sebagai fenomena tukang benci. Biasanya ini merebak pada suatu yang populer dan dalam dunia entertainment. Walau saya menduga bahwa hal ini tidak terbatas pada masalah entertainment saja. Saya juga menduga bahwa fenomena ini tidak muncul sekarang saja, bisa jadi hal ini sudah ada sejak dahulu kala, seperti banyak hal.

Haters adalah sekelompok orang yang sangat berdedikasi dalam membenci sesuatu. Dedikasi dan niat sangat diperlukan. Ini karena dengan membenci sesuatu saja tidak cukup untuk menjadi haters. Jika demikian seseorang yang sekedar tidak suka dan menyimpannya dalam hati tidak bisa dikatakan dalam tahap benci. Lebih kepada tidak suka secara sewajarnya. Jika suatu acara tidak disukai maka dia cukup dengan tidak melihatnya atau setidaknya memperingatkan orang-orang lain untuk tidak menonton acara itu karena acara itu sangat buruk.

Ekspresi kebencian secara publik

Haters berusaha lebih dari itu. Dia mengekspersikan kebenciannya di muka umum, membentuk grup bahkan web yang berdedikasi untuk membenci. Kesungguhan dan dedikasi mereka menjadikan mereka haters sejati. Mereka juga mengekspersikan ketidaksukaannya secara vulgar. Seperti halnya Fans maka kebalikan mereka adalah Haters. Sumber kebencian mereka kadangkala tidak rasional. Mereka kadang menggunakan argumen-argumen yang tidak masuk akal dan kata-kata mereka bertujuan untuk menyakiti.

Yang mengagumkan mereka bisa membuat kelompok yang cukup baik. Bahkan memiliki alamat web sendiri. Ini bukanlah hal yang baru. Kebencian merupakan salah satu alat yang kuat dalam mempersatukan orang. Orang bisa berkumpul dalam kesuakaannya terhadap sesuatu maka begitu pula dengan benci.

Kebencian bisa membuat kelompok lebih solid. Kelompok yang memiliki musuh bersama memiliki tingkat solidaritas yang lebih tinggi sebagai kelompok. Di dalam kelompok ini seseorang menjadi sesuatu bagian dari massa kelompok pembenci.

Tags: , ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

4 tanggapan untuk “Haters: Sebuah Fenomenon Kelahiran Si Tukang Benci”

  1. October 6th, 2011 at 16:05 | #1

    Rasa benci – Rasa cinta dan kasih sayang; rasa duka – rasa cita; rasa senang dan bahagia bersumber dari satu tempat yaitu hati.

    Di hati terdapat 2 sekat yaitu sekat positf yang berisi segala kebahagiaan dan sejenisnya; serta sekat negatif yang berisi kesedihan dan yang lainnya.

    Bahkan jika seluruh alam semesta dimasukkan kedalam hati yang hanya segenggam sebarnya masih terdapat lubang / ruang kosong di dalamnya. Itulah fenomena hati manusia.

    Segala sumber kebaikan dan kejahatan bersumber dari sang hati ini.

  2. November 14th, 2011 at 21:17 | #2

    Saya yakin yang ikut dalam the Haters hanya buang buang waktu saja. Buat apa hidup hanya membenci sesuatu, yang lebih baik adalah menikmati hidup dan rukun. Sangat mudah untuk mencari musuh dan sangat sulit untuk mencari sahabat

  3. January 16th, 2012 at 15:20 | #3

    Mau hidup tentram ??/
    nyaman ??
    penuh keindahan ??
    kuncinya adalah jangan pernah menaruh perasaan benci apalagi sama sesama …

  4. May 25th, 2013 at 14:43 | #4

    kebanyakan yang haters begituan remaja labil dan sedikit sok-sok anti mainstream (menurut pengamatan w)

Silakan Beri Komentar