Filsafat Kacamata

Kacamata adalah salah satu bentuk alat bantu penglihatan bagi manusia. Manusia memiliki kemampuan indra yang terbatas. Karena itu mereka membuat berbagai macam jenis alat untuk bisa melihat berbagai benda yang ada di luar diri manusia dengan lebih jelas. Karena manusia juga tidak bisa melihat benda yang lebih dekat dan lebih jauh alat bantu itu juga sangat berguna. Namun seperti alat alat lain kacamata juga memiliki banyak jenisnya. Ada jenis yang ini dan itu. Sangat beragam dan dengan berbagai kegunaan.

Kacamata juga tidak hanya berbentuk fisik saja. Namun kacamata juga memiliki bentuk yang tidak fisik. Nama dari kacamata tidak fisik ini adalah kacamata pikiran. Kacamata pikiran memiliki kegunaan sama karena dia membuat kita mampu melihat objek-objek secara lebih jelas. Namun tidak melihat dengan mata fisik, lebih kepada melihat dengan mata pikiran.

Sama seperti kacamata fisik. Kacamata pikiran memiliki banyak jenis dan fungsinya. Kacamata pikiran ini juga kadang disebut dengan paradigma. Paradigma memberi kita sudut pandang tertentu terhadap suatu masalah. Kacamata pikiran ini membuat kita memandang segala sesuatu dalam suatu bingkai kacamata itu. Warna dunia jadi memiliki warna seperti kacamata tersebut. Kemungkinan hampir semua orang manusia memiliki kacamata ini.

Kita melihat dunia dalam bingkai paradigma yang kita miliki. Bingkai ini diberikan oleh orangtua kita, pendidikan kita, buku-buku yang kita baca. Kita melihat dunia dalam bingkai yang telah disusun oleh budaya kita sendiri. Bahasa sebagai contohnya, bahasa sangat mempengaruhi pola pikir kita terhadap dunia. Seringkali kacamata ini menjadi hanya satu arah dan disebut kacamata kuda. Ini terjadi karena kita tidak menyadari kalau kita sedang memandang sesuatu dari sudut kacamata tertentu.

Tags: ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

3 tanggapan untuk “Filsafat Kacamata”

  1. October 21st, 2011 at 23:57 | #1

    Waaahh…mantab bnget nih. Sesuai ama ane yg baru aja divonis pake kacamta.
    Ijin share ya Sob….???

  2. November 13th, 2011 at 00:36 | #2

    Setuju saja dengan ulasannya…. Kacamata Hati bagaimana? Ini adalah suatu naluri atau kata hati….

  3. glaydenty
    March 12th, 2012 at 12:48 | #3

    saya sebenarnya engga ingin menggunakan kacamata, toh kalo pake kacamata seperti orang yang sakit. tapi kita butuh kacamata buat melindungi eksistensi kita (baca:ekspresi dan empati). kacamataku = pertimbangan pribadi terhadap sesuatu.

Silakan Beri Komentar