Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung

Ada peribahasa yang mengatakan mengenai katak dalam tempurung. Ini menggambarkan mengenai orang yang tidak tahu apa-apa mengira dirinya mengetahui semuanya. Ada cerita yang mirip yang berasal dari daratan cina. Cerita ini mengisahkan mengenai seekor katak yang tidak pernah melihat lautan membandingkan lautan dengan kolam tempatnya berenang. Tentu saja keduanya sangat berbeda. Kolam dan laut memiliki beda yang sangat besar. Karena itulah kodok kurang tepat. ketika membandingkan antara kolam dan lautan.

Ini adalah hal yang menarik jika dilihat dari sudut pandang epistemologi atau filsafat ilmu pengetahuan. Bagaimanakah kita tahu bahwa kita tahu kalau kita sebenarnya hanya kodok di dalam tempurung. Kita sendiri tidak tahu andai kata pengetahuan kita dibatasi. Kita tidak bisa membandingkan lautan dengan kolam yang biasa kita selami. Kalaupun orang bercerita mengenai lautan kita hanya bisa menganalogikan dengan kolam kecil di mana kita berada.

Apakah kita katak?

Apakah kita hanya seekor katak dalam tempurung. Bagaimana kita mengetahui akan hal ini. Pikiran manusia dan pengetahuannya sebenarnya sangat terbatas. Walaupun begitu seringkali kita merasa sudah tahu segala sesuatu yang ada di dunia ini. Padahal kita tidak tahu apakah pengetahuan kita ini hanya pengetahuan sebagian. Karena itu jangan-jangan sebenarnya kita semua hanyalah katak dalam tempurung. Walaupun kita keluar dari tempurung yang kecil bisa jadi kita hanya masuk ke dalam tempurung yang lebih besar lagi.

Dan di balik tempurung yang lebih besar lagi ada tempurung yang lebih besar lagi. Kadang pengetahuan yang satu tidak bisa dibandingkan dengan pengetahuan yang lain. Seperti kodok yang mengumampakan samudera seperti kolamnya. Tapi apakah dia salah. Bagaimanapun dunia yang dilihatnya adalah dunia kolam tersebut.

Apakah perbandingan itu salah, tidak. Perbandingan itu malah sangat tepat sekali. Walaupun demikian pikiran manusia memiliki sesuatu yang sangat unik. Manusia memiliki rasa ingin tahu untuk membuka daerah-daerah baru dan pengetahuan-pengetahuan baru dan mencoba menemukan batasannya.

Tags:

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

4 tanggapan untuk “Makna Peribahasa Katak Dalam Tempurung”

  1. glaydenty
    March 12th, 2012 at 11:45 | #1

    kita mungkin katak bagi orang lain tapi tempurung adalah stereotipe / penilaian khusus dalam relung hati individu yang diciptakan orang lain. dengan kata lain (katak yang bebas di sangkari oleh orang lain). diri kita dapat menjadi orang lain bila memandang diri sendiri sebagai orang lain (dualisme pribadi)

    katak dan tempurung hanya kiasan yang digunakan untuk sindiran tentang sesuatu. (biasanya sosial)

  2. November 13th, 2014 at 22:15 | #2

    Suatu makna yang terkandung dalam ketidaksempurnaan kita sebagai makhluk sosial ‘Katak dalam tempurung’

  3. grosir herbal
    December 12th, 2014 at 01:47 | #3

    terima kasih mas atas sharingnya.
    saya mau tanya mas. kalau arti kodok hijau itu apa ya mas?

  4. Ardi
    January 27th, 2015 at 23:42 | #4

    Pikiran manusia dan pengetahuannya sebenarnya sangat terbatas. Walaupun begitu seringkali kita (jngan kita, lo aja kali) merasa sudah tahu segala sesuatu yang ada di dunia ini. Padahal kita tidak tahu apakah pengetahuan kita ini hanya pengetahuan sebagian.
    Karena itu jangan-jangan sebenarnya kita semua hanyalah katak dalam tempurung. Walaupun kita keluar dari tempurung yang kecil bisa jadi kita hanya masuk ke dalam tempurung yang lebih besar lagi
    vs
    Ada peribahasa yang mengatakan mengenaikatak dalam tempurung. Ini menggambarkan mengenai orang yang tidak tahu apa-apa MENGIRA dirinya mengetahui semuanya

    aq mngetahui apa yang aku tahu,aq tak prnh mngira driku tau semuanya,

Silakan Beri Komentar