Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates

Ada sebuah paradoks dalam dunia filsafat. Paradok ini memberikan pertanyaan mengenai kebenaran. Paradoks ini diceritakan mengenai Plato dan Socrates. Plato mengatakan apa yang nanti dikatakan oleh Socrates pastilah benar. Kemudian Socrates berkata Plato pastilah salah. Pertanyaannya adalah bahwa siapa yang benar dalam percakapan ini, Jadi ada dua argumen yang saling mengacu dan saling bertolak belakang.

Kedua argumen itu adalah:

  • (A) Plato: Apa yang nanti dikatakan Socrates pastilah benar
  • (B) Socrates: Apa yang dikatakan Plato salah

Paradoks kemudian muncul karena mereka saling mengacu satu sama lain. Jika Plato benar maka dia salah, karena kalau dia benar maka dia salah. Jika Plato benar maka Socrates harus mengatakan sesuatu yang benar, jika Socrates mengatakan sesuatu yang benar maka Plato pasti salah. Jika Plato salah maka Socrates mengatakan sesuatu yang benar, jika Socrates benar maka pastilah Plato juga benar. Dengan kata lain jika Plato benar maka dia sekaligus juga salah Jika dia salah maka sekaligus dia juga benar.

Jika diganti dengan bentuk matematika nya maka ada dua pernyataan. Pernyataan 1. (A= Benar, jika B=Benar) 2. (B = Benar, Jika A = Salah). Jadi dua pernyataan ini kontradiktif. Tapi tidak bisakah paradok ini ditentukan siapa yang benar? Kedua pernyataan ini saling mengacu satu sama lain sehingga menciptakan kebingungan antara satu sama lain.

Ini menunjukkan pernyataan yang mengacu satu sama lain itu bisa menghasilkan sesuatu yang membingungkan. Akhirnya kita tidak bisa memastikan siapa yang benar dan salah. Malahan rasanya itu bukan sesuatu yang penting lagi. Karena akhirnya jawabannya menjadi berputar-putar. Ketika satu benar maka dia sekaligus salah, ketika salah malah sekaligus benar.

Tags: , ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Belum ada tanggapan untuk “Paradoks Kebenaran dengan Contoh Plato dan Socrates”

Silakan Beri Komentar