Dongeng dan Nilai-nilai Keluhuran Terkandung di Dalamnya

Dongeng adalah suatu cerita yang diceritakan kepada anak-anak dengan nilai moral. Kadang mendongeng dikaitkan dengan nilai-nilai, dongeng seakan-akan sesuatu yang unggul. Ini karena dongeng memberi nilai moral kepada anak-anak. Tunggu dahulu. Kita agaknya terlalu meromantisasi masalah dongeng ini. Memang gaya zaman sekarang kita cenderung meromantisasi dan membuatnya nampak tinggi membuat kita kehilangan arah dan kemudian tersesat. Bisa jadi kita malah tidak bisa melihat sesuatu secara objektif.

Dongeng jelas memiliki keunggulan di banding cerita-cerita lainnya. Misalnya dalam nilai moral dan nilai sosial karena dongeng itu diceritakan secara lisan. Tidak seperti media lain seperti buku maupun televisi. Tapi sekarang kita analisis, apakah dongeng sebenarnya lebih memiliki nilai-nilai macam Naruto atau Power Ranger. Nampak lebih aman diceritakan daripada film-film yang penuh kekerasan.

Jangan salah, dongeng pada bentuk aslinya adalah cerita yang penuh dengan kekerasan. Misalkan saja dongeng putri Salju. Dongeng itu telah dirombak dan digubah supaya sesuai dengan nilai-nilai masyarakat modern. Dalam akhir kisahnya ada satu versi dimana ibu tiri mengalami hukuman yang sangat sadis. Malah ada dongeng yang bentuknya masih sama yang menceritakan anak akan mendorong nenek tua ke dalam kuali. Dongeng penuh dengan kekerasan.

Juga dalam nilai moral. Kita lihat Dongeng Si kancil. Itu bercerita seorang pencuri yang menipu penjaga agar bisa kabur. Apakah nilai moral dari cerita itu? Jadilah cerdik agar tidak ditangkap polisi. Kadang orangtua memberi tambahan nilai yang dikandung. Kalau aku sendiri sering tidak mendengar pesan di saat terakhir. Dalam dongeng Indonesia juga ada tema seorang anak mencintai ibunya. Dan lain sebagainya.

Memang dongeng membuat anak-anak berkembang imajinasinya. Dongeng memiliki cara membentuk dunia dengan unik, karena menurutku dongeng memiliki cara unik untuk mengakses alam bawah sadar, dan itu sangat penting. Dan mungkin mengubah dongeng dan memotong semua yang buruk-buruk agar sesuai dengan moralitas yang tidak dipikirkan baik-baik hanya akan membut dongeng membosankan. Baik yang mendongeng atau yang didongengi akan bosan. Dongeng memang bagus. Tapi kita tidak perlu meromantisasi semuanya.

Tags: , , , ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Belum ada tanggapan untuk “Dongeng dan Nilai-nilai Keluhuran Terkandung di Dalamnya”

Silakan Beri Komentar