Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita”

Istilah ini sering dipakai belakangan ini jika menunjukkan suatu keburukan yang sudah menjerat dan meraih segala sisi. Kita harus berterimakasih pada George Aditchondro pengarang Gurita-gurita Cikeas atas kata-kata ini sehingga menjadi populer. Ini karena nampaknya karena nampaknya sangat menarik menggunakan istilah ini oleh pers karena secara implisit merujuk kepada dugaan konspirasi di pemerintahan. Sesuatu yang tidak bisa disebutkan begitu saja secara vulgar.

Gurita adalah binatang yang bertangan banyak. Tangan mereka ada delapan, jumlah tangan yang luar biasa. Makhluk seperti laba-laba memang memiliki banyak, tapi itu kaki. Perbedaannya adalah bahwa tidak seperti laba-laba, gurita memiliki tentakel. Tentakel ini lebih luwes, lebih enak buat memegang barang. Lebih fleksibel. Dengan demikian tentu pantas saja makhluk ini dikatakan memiliki tangan banyak.

Tangan yang panjang dan lunak, sehingga bisa masuk ke celah-celah sempit. Di tentakelnya kadang ada alat-alat penghisap. Alat-alat penghisap ini bisa digunakan untuk menarik segala sesuatu yang menjadi incarannya. Dengan hal-hal itu sepertinya susah untuk melepaskan diri dari cengkraman tangan gurita.

Karena itulah istilah ini cocok sekali untuk menggambarkan krisis multidimensi yang sedang dihadapi negara Indonesia. Mulai dari hukum, tenaga kerja, politik dan keamanan. Mulai dari masalah munculnya aliran-aliran sesat di Indonesia hingga dugaan konspirasi tingkat tinggi. Seperti digelayuti oleh tangan-tangan gurita, yang semakin lama semakin mencengkram berbagai ruas. Dengan tangan-tangannya yang panjang dan banyak meraih daerah yang semakin luas . Belum lagi dengan cengkeraman tentakelnya yang dilengkapi dengan penghisap.

Belum lagi mental gurita ini menyerupai mental (Tersangka) koruptor di negeri ini. Ketika gurita dalam bahaya, biasanya dia mengeluarkan tinta untuk mengacaukan musuhnya kemudian kabur. Tersangka koruptor juga berjiwa kabur ke luar negeri bila terancam bahaya, meninggalkan kekacauan semrawut di negeri ini. Bahkan mereka lebih canggih, karena sudah kabur juga masih bisa menyemprotkan tinta.

Tags: , , ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Satu tanggapan untuk “Penggunaan dan Arti Kata “Menggurita””

  1. sis
    September 25th, 2011 at 00:01 | #1

    tapi umur gurita ga sepanjang umur buaya..

Silakan Beri Komentar