Rasionalisme Hukum Indonesia

Mendengar begitu banyak kasus hukum di Indonesia membuat saya mengelus dada. Kita belakangan ini mendengar seorang nenek-nenek yang dipenjara karena mencuri tiga buah kakao. Seorang yang mencemarkan nama baik dengan mengirim Email. Anak-anak di bawah umur yang didakwa mencuri dengan hukuman yang sangat berat. Bahkan kasus Ariel Peterpan mengandung banyak Irasionalisme.

Belum lagi kasus belakangan ini dimana seorang penjual di kaskus didakwa menjual barang gelap karena barang itu belum terdaftar dan tidak memiliki buku panduan berbahasa Indonesia. Saya tidak bisa menelaah kasus ini sebagai orang hukum. Tapi saya akan melihat semua ini dari sudut pandang filsafat.

Saya mengira problem yang paling merongrong hukum Indonesia adalah bagaimana hukum Indonesia mulai tidak rasional. Saya tidak akan mengatakan mengenai penegak hukumnya atau masalah hukum itu sendiri. Yang pasti ada hal-hal yang tidak rasional yang dibiarkan merajalela begitu saja di hukum Indonesia. Entah oknumnya atau hukumnya sendiri. Tapi bagaimana mungkin keduanya bisa dipisahkan apabila pembuat hukumnya oknum-oknum itu sendiri.

Kenapa hukum di Indonesia menjadi tidak rasional, bisa terjadi karena berbagai alasan. Bisa jadi karena masalah pribadi. Orang-orang menggunakan irrasionalisme yang ada dalam hukum untuk kepentingan pribadinya. Bisa jadi mereka yang membuat hukum sendiri menjadi irasional, yang lebih mengerikan hukum kadang dibiarkan jadi irrasional.

Kemungkinan lain adalah mereka memang kurang berfikir rasional. Kurang berfikir Rasional. Karena kurang mampu berfikir rasional mereka memperbolehkan praktek-praktek yang tidak masuk akal. Bahkan tidak menghiraukannya. Ini akan menjadikan hukum Indonesia menjadi sangat mengerikan karena memperbolehkan segala macam hal yang tidak rasional.

Dengan menguatkan rasionalitas dalam hukum kita, akan menghalangi berbagai praktek yang tidak adil dalam hukum di Indonesia.

Tags: , ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

2 tanggapan untuk “Rasionalisme Hukum Indonesia”

  1. Widdi Yulianto
    July 26th, 2011 at 11:14 | #1

    Kalau pola pikir para penegak hukum sebagian besar money oriented, tidak akan mungkin rasional. Betapa mengerikannya hukum di negeriku ini….

  2. sis
    September 25th, 2011 at 00:18 | #2

    semua itu tergantung SDM penegak keadilan itu sendiri. tak dapat di pungkiri kalau kasta tertinggi sepanjang masa adalah UANG.

Silakan Beri Komentar