Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia

Belakangan ini kasus cuci otak mulai mencuat ke permukaan. Kasus ini karena beberapa orang direkrut oleh organisasi NII dengan berbagai teknik yang canggih. Teknik ini dikenal pada masa perang Korea dimana beberapa tentara Amerika kabarnya dicuci otaknya hingga mereka berbalik melawan sekutu. Ada yang mengakui bahwa teknik ini bisa dilakukan ada yang masih skeptis.

Kelihatannya teknik semacam ini sangat mengerikan juga mengagumkan. Kita takjub bagaimana orang bisa dirubah dan dikontrol dengan mudahnya. Kita jadi mempertanyakan mengenai kebebasan kita bertindak dan memilih. Bagaimana juga dengan kebebasan manusia? Ini merupakan pertanyaan yang cukup menarik.

Teknik pencucian otak dilakukan dengan semacam siksaan, obat-obatan dan mengisolasi seorang yang hendak dicuci otaknya. Dengan berbagai teknik dia mulai menanamkan pikiran-pikiran yang baru untuk mengganti pikiran-pikiran lama. Setelah menulis pikiran-pikiran baru yang lebih sesuai dengan tujuan sang pencuci otak orang yang dicuci otak jadi lebih mempercayai sesuai dengan pemikiran sang pencuci otak. Kadang hal ini dilakukan dalam suatu aliran keagamaan kultus tertentu.

Jadi cuci otak bukan berarti seperti mesin cuci, dimana otak dicuci bersih dengan suatu alat kemudian dengan efektif kita dikontrol. Tapi kemungkinan keberadaan hal semacam itu cukup mengerikan. Misalnya saja sebuah chip yang dimasukkan ke kepala kita dan menjadikan kita boneka hidup.

Tapi bagaimana kita bisa yakin bahwa sekarang kita tidak berada dalam kondisi pikiran kita sedang dicuci. Apakah kita bukan merupakan korban dari cuci otak. Setiap hari kita dicekoki oleh berita-berita, opini, belum lagi iklan-iklan. Siapa tahu di dalamnya telah tersimpan semacam propaganda tanpa kita sadari. Jangan-jangan kita telah dicuci otak.

Tags:

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Belum ada tanggapan untuk “Cuci Otak: Mengontrol Pikiran Manusia”

Silakan Beri Komentar