Descartes-Chuang Tzu: Antara Mimpi dan kenyataan

Descartes pernah mengalami keraguan yang sangat besar pada dirinya sendiri. Apakah dunia ini nyata atau tidak. Dia pernah duduk dan bermeditasi pada suatu malam, dia kemudian mempertanyakan apakah apa yang dia lihat sekarang nyata ataukah yang dilihatnya sekarang hanya khayalan belaka. Bisa saja dia gila dan apa yang dilihatnya tidak lebih dari mimpi orang gila. Penelusuran pemikiran Descartes bisa anda baca sendiri dalam meditasi philosophy pertama.

Membicarakan mimpi selalu merupakan sesuatu yang menarik dalam pemikiran filsafat. Sebuah perenungan sederhana akan membuat kita meragukan kenyataan dan mimpi. Kita nyaris tak bisa membedakan antara kenyataan dan mimpi. Ketika kita bermimpi kita merasa seperti kita bangun. Kita merasa jalan-jalan, makan dan minum, berenang padahal pada kenyataannya kita masih ada di tempat tidur. Sedang memejamkan mata dengan nyaman. Padahal kita merasa sedang berjalan atau berlari.

Memang jarang orang mengetahui bahwa ketika dia bermimpi dia sedang bermimpi. Tapi pada saat bangun kita sadar dengan pasti mana yang mimpi dan mana yang bukan. Tapi apa buktinya kalau kenyataan itu sendiri bukan mimpi yang lain. Mimpi di dalam mimpi. Ini karena ketika kita sedang bermimpi kita mengira mimpi itu sebagai kenyataan. Ketika kita mimpi menjadi kupu-kupu kita mengira bahwa kehidupan kupu-kupu adalah nyata. Sedangkan sekarang apa buktinya kalau kita mengira apa yang nyata di dunia ini bukanlah sebuah mimpi belaka. Sebuah fenomena yang digambarkan dengan baik oleh Chuang Tzu.

Ini membuat orang skeptis dan meragukan realitas. Tapi bagaimanapun ini hanyalah pemikiran filsafat yang memperkaya otak saja. Orang hidup di dunia ketika dilempari batu tetap saja dia menghindar. Tema mengenai mimpi sudah digambarkan dalam film Inception.

Tags: , , , ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

2 tanggapan untuk “Descartes-Chuang Tzu: Antara Mimpi dan kenyataan”

  1. glaydenty
    March 12th, 2012 at 11:56 | #1

    sebenarnya kita sedang bermimpi, bermimpi bahwa kita sedang hidup. karena kita tidak sadar sedang bermimpi (dimainkan aneka keterikatan objek) maka kita terus terlelap dalam mimpi (tidur=hidup)

  2. Yadi Apriadi
    March 30th, 2016 at 20:37 | #2

    coba tutup hidung anda dengan tangan anda, jika anda tidak bisa bernafas maka anda sedang terjaga, tapi jika anda masih bisa bernafas, maka anda sedang bermimpi. saya sering tersadar dalam mimpi om, terkadang saya bisa membedakan mana mimpi dan mana kenyataan…:)

Silakan Beri Komentar