Apakah Rasio Sehebat itu?

Kadang saya merenung dan mempertanyakan suatu hal. Apakah memang rasio sehebat itu. Begitu dipuja dan dipuji. Rasanya semua masalah langsung selesai dengan keberadaan rasio itu. Rasanya dengan Rasio saja semua masalah beres begitu saja. Kalau semua orang rasional dunia menjadi surga di bumi. Ini pendapat orang orang Yunani zaman dahulu dalam menanggapi rasio. Kemudian menular pada pemikir pemikir dunia islam.

Aristoteles dan Plato sendiri mengatakan bahwa kehidupan dengan rasio adalah kehidupan paling utama dan paling baik bagi manusia. Manusia yang rasional itu segala-galanya. Sekarang mari kita lihat di kehidupan nyata, manusia yang katanya rasional tidak selalu manusia yang baik. Lagipula apa yang menjadi arti dari rasional sendiri? Dari mana kita menentukan manusia itu rasional atau tidak.

Kadang orang rasional dimaksudkan sebagai seorang ahli matematika atau ilmuwan hebat. Selalu skeptis terhadap macam-macam hal. Tidak percaya dengan keberadaan hantu atau tuyul atau Tuhan. Pada kenyataannya di dunia kadang orang yang menyebut diri mereka pandai, sering jadi egois dan sok tahu. Padahal mereka juga tidak sepandai-pandai itu.

Lagipula apakah rasio bisa menyelesaikan semua permasalahan. Saya ragu itu. Seandainya semua manusia menjadi sangat rasional, dengan mengabaikan faktor emosi apa yang terjadi? Kita bisa menghilangkan segala emosi dan menggantinya dengan rasio semata. Kita akan jadi semacam masyarakat robot, batu bata, mesin-mesin. Memang tidak akan ada pertengkaran dan konflik. Tapi benar-benar masyarakat yang membosankan.

Selain itu apa benar Rasio menghilangkan konflik. Masalahnya ketika semua orang menganggap diri mereka rasional maka konflik malah terjadi. Seorang agama A merasa Rasional dan agama lain merasa Rasional maka akan terjadi konflik. Orang-orang pandai juga tidak dikenal damai dari konflik. Sering mendengar konflik akademis antara orang-orang itu, dengan berbagai masalah yang ada. Menurut ku Kecerdasan yang melulu Rasio bukanlah jalan keluar karena bukan kecerdasan seutuhnya.

Tags: , ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Belum ada tanggapan untuk “Apakah Rasio Sehebat itu?”

Silakan Beri Komentar