Hidup dan Perjudian

Hidup adalah judi, namun Judi bukanlah hidup. Manusia tidak memiliki kepastian akan masa depannya. Memang kita bisa merencanakan tapi Tuhan yang menentukan. Ada kadar yang ada dalam pikiran manusia bahwa suatu masa depan lebih pasti dari yang lain. Tapi bisa jadi ada orang yang melawan prinsip bahwa ada beberapa yang bisa kita atur dari masa depan, dan lebih mempercayai nasib saja.

Jadi hidup bagi mereka hanya perjudian saja. Karena tidak ada akal sebagus apapun yang bisa memastikan bahwa esok hari matahari masih terbit di barat. Kita bisa membayangkan betapa mencengangkannya perang itu. Berapa dari orang-orang zaman dahulu yang menduga bahwa dunia akan berubah sedemikian pesat dan bahwa bom atom yang begitu kuat meledak di Hiroshima dan Nagasaki.

Bagaimana orang-orang zaman dahulu tidak menduga bahwa ada penyerangan dari bajak laut. Bahwa ada kehancuran yang cepat dan dekat. Semua bisa berubah hanya dalam waktu yang sangat singkat. Satu bencana saja, bisa mengubah seluruh rencana masa depan.

Berapa kemungkinan dadu akan jatuh ke angka 4. ΒΌ. Tentu saja. Tapi bagi seorang penjudi kemungkinannya masih 50/50. Betapa kita merencanakan sesuatu dalam masa depan yang tidak tepat. Namun demikian apakah merencanakan sesuatu itu salah.

Merencanakan sesuatu memang tidak salah. Malahan itu adalah sesuatu yang bagus. Kita membangun jalan kita dan selalu waspada. Itu bagus sehingga kita bisa hidup secara wajar dan penuh persiapan walau ada kejadian yang luar biasa. Hanya saja dalam merencakankan masa depan seseorang haruslah jangan terlalu terobsesi terhadap masa depan sehingga melupakan hari yang ada sekarang ini.

Memang tidak ada kepastian bahwa ada sesuatu yang bisa merubah semuanya, sebaliknya tidak ada jaminan bahwa segala sesuatu pastinya berubah. Mungkin kita tak sepenuhnya punya kuasa atas nasib namun demikian manusia punya kemampuan untuk mengontrol diri kita sendiri sampai tahap tertentu. Seringkali malapetaka merupakan hasil dari diri manusia sendiri.

Tags: ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Belum ada tanggapan untuk “Hidup dan Perjudian”

Silakan Beri Komentar