Tentang Separuh isi, Separuh Penuh, dan Setengah-setengah

Mungkin anda pernah mendengar ini. Jika seorang melihat seorang meletakkan gelas di atas meja. Maka dia kemudian bertanya. Apakah ini separuh isi atau separuh penuh. Keduanya bisa memandang berbeda, separuh penuh atau separuh isi. Ini menunjukkan bahwa pandangan manusia tergantung pikirannya sendiri.

Manusia melihat realitas seringkali bukan apa adanya, tapi sebagaimana dirinya. Seorang yang kehausan mungkin melihat gelas sebagai separuh isi. Orang yang kembung mungkin melihatnya sebagai separuh penuh. Itu semua tergantung dari keadaan sang manusianya sendiri. Bagaimana kondisinya dan apakah yang mereka cari.

Dunia juga demikian, manusia memandang dunia terbatas oleh pemikirannya sendiri. Dia memiliki asumsi, dan asumsi itu membuatnya memandang dunia dengan cara tertentu. Ini bisa menyebabkan konflik karena mereka menunjukkan sesuatu yang sama dengan persepsi yang berbeda. Fakta bagi mereka bisa saja berbeda. Tergantung bagaimana mereka menginterpretasi kejadian itu.

Para ilmuwan menggunakan metode yang objektif dalam hal ini. Daripada mengatakan separuh isi dan separuh penuh. Mereka menggunakan penggaris. Mereka kemudian mencatat itu di kertas. Ini namanya metode ilmiah. Sayangnya ini tidak secara tuntas menyelesaikan masalah. Apakah gelas ini harus diisi kembali atau harus dikurangi masih merupakan pertanyaan.

Seseorang bukan berarti selamanya terbatas dari pemikiran ini. Manusia memiliki kualitas yang unik. Dia bisa memahami berbagai pandangan-pandangan. Mereka bisa mencoba untuk melihat dari sudut pandang lain. Baik penuh ataukah isi. Dengan melihat dari sudut pandang yang berbeda-beda dia bisa melihat segala sesuatunya dengan lebih objektif. Sehingga dia bisa memahami bahwa penuh atau isinya gelas bisa setengah penuh atau setengah isi. Orang-orang bisa saling berbeda pandangan mengenai apakah penuh atau tidak penuhnya gelas ini dan bahwa keduanya merupakan hal yang sama.

Tags: ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Belum ada tanggapan untuk “Tentang Separuh isi, Separuh Penuh, dan Setengah-setengah”

Silakan Beri Komentar