Mencontek Masal dan Krisis Percaya Diri Masal

Ada kasus mencontek masal di Indonesia. Kasus ini sungguh memalukan karena tidak jarang mereka yang melakukan pencontekan masal sampai pada guru. Bahkan mereka yang melaporkan pencontekan malah mendapatkan perlakukan yang buruk. Betapa memalukannya kalau pencontek dilindungi. Sebenarnya apa yang terjadi.

Kita harus melihat asal dan tujuan pendidikan. Pendidikan adalah membekali para muridnya dengan sesuatu, tujuannya bisa beragam. Jika perguruan pencuri, dia dididik jadi pencuri. Petani jadi petani. Kalau negarawan, jadi negarawan. Tapi paling dasar dari semua tujuannya adalah menjadikan mereka manusia. Tapi apa yang didapat dari pendidikan macam ini, manusia pencontek.

Di Indonesia pendidikan dipandang suatu jenjang khusus sebelum dunia kerja. Ini wajar karena sekolah berfungsi agar peserta didiknya bisa berfungsi dengan wajar di masyarakat. Dengan kata lain menyiapkan mesin-mesin produksi di masyarakat. Ini bukanlah hal yang buruk jika kita memandang masyarakat sebagai mesin produksi yang besar. Kita dikembalikan ke masyarakat agar memasyarakat.

Sebelum dan sesudah sekolah memiliki pengaruh terhadap diri mereka. Karena itulah mereka yang telah sekolah dianggap lebih daripada mereka yang belum sekolah. Mereka yang sudah sekolah dianggap lebih pantas dengan pekerjaan tertentu daripada sebelumnya. Namun, apa yang dihasilkan dari pendidikan pencontek ini? Tentu saja masyarakat pencontek. Masyarakat kita merasa takut terhadap masa depannya. Tanpa sekolah masa depannya sama sekali tidak terjamin. Mereka takut. Sangat takut. Karena itu bisa jadi muncul anggapan lebih baik mencuri daripada tidak bisa makan. Mungkin tidak sampai “mencuri” karena itu perbuatan yang “Haram”. Tapi mungkin dengan menyembunyikan uang. Melakukan sesuatu yang kurang jelas. Alasannya demi membiayai keluarga.

Mereka sangat tidak percaya diri terhadap masa depan. Percaya diri menyebabkan keburukan lebih lanjut. Lebih gawatnya masalah percaya diri ini sampai kepada percaya diri masal. Kalau tidak sekolah maka mereka akan miskin, tidak dapat kerja dan mati. Berpikir bisnis sudah gagal lebih dahulu.

Tags: ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Belum ada tanggapan untuk “Mencontek Masal dan Krisis Percaya Diri Masal”

Silakan Beri Komentar