Epistemologi Penipuan SMS

Sangat mengejutkan penipuan SMS tetap saja merak seperti biasanya. Jenis penipuan ini tidak kunjung surut surut juga. Seringkali SMS berisi meminta semacam pulsa karena keluarganya ada di kantor polisi. Pola lain adalah bahwa dia mendapat kemenangan dari semacam undian berhadiah. Padahal semuanya hanya penipuan.

Karena itu saya menjadi penasaran. Apakah epistemologi yang ada di balik penipuan SMS ini? Kenapa orang-orang ini gampang sekali ditipu? Kenapa masih saja marak? Padahal jika digunakan pengetahuan sederhana saja kita bisa tahu ini penipuan atau bukan. Tapi karena minimnya pengetahuan membuat orang mudah tertipu oleh SMS demikian. Memang korban penipuan SMS kadang hanya berupa pulsa. Tapi jangan anda memberikan SMS itu karena anda membiakkan bibit kejahatan. Anda harus menghitung kerugian masyarakat dan jangan tidak ambil pusing.

Sebenarnya penipuan macam ini juga bukan hal yang baru. Kita lama mengenal penipuan telepon. Misal seperti keluarga sakit dan semacamnya. Juga telepon undian. Kenapa mereka bisa terjebak dalam kasus semacam ini. Pertama adalah tidak dalam keadaan tenang. Anda dalam keadaan panik. Dalam keadaan panik, anda mudah terhasut dan dibimbing alam bawah sadar anda.

Pertama anda harus tenang. Anda harus tenang sebelum menanggapinya. Cemas dan panik tidak menyelesaikan masalah. Seringkali orang panik karena keluarganya terkena musibah, atau panik karena dirinya mendapat hadiah. Anda harus tenang dalam hal-hal ini. Musibah bisa dijaga, tapi seringkali musibah hal yang tidak bisa diduga. Ambillah nafas agar anda bisa kembali ke pikiran sehat anda.

Jika anda dalam pikiran sehat, maka anda bisa memutuskan sesuatu dengan benar. Anda bisa menghubungi keluarga anda, dengan meneleponnya. Atau anda bisa mengetahui dari gaya bahasanya apakah itu SMS kenalan anda atau bukan. Jangan tertipu suara bagus dan mulut manis. Mulut manis dan suara menawan bisa dilatih dan digunakan untuk menipu.

Tags: ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Belum ada tanggapan untuk “Epistemologi Penipuan SMS”

Silakan Beri Komentar