Hak Azasi Hewan dan Masa Depan yang Irasional

Zaman sekarang seringkali orang tidak makan daging alias menjadi vegetarian demi alasan moral. Mereka mengatakan bahwa manusia tidak berbeda dengan binatang, karena itu mereka menolak untuk menyebabkan hewan mengalami kesakitan dan berhenti memakan hewan. Dengan kata lain membunuh hewan demi mendapatkan makanan adalah salah.

Mereka kemudian menjadi pejuang perlindungan terhadap binatang. Memprotes kedai-kedai yang menyediakan makanan hewan. Memprotes penggunaan kulit hewan dengan bertelanjang di jalan. Mereka mencoba mempertahankan hak azasi hewan.

Jadi manusia tidak boleh membunuh hewan. Tapi apakah benar demikian. Apakah bermoral tidak membunuh hewan sama sekali. Disini kita mendapat asumsi bahwa “Membunuh hewan itu salah”. Dengan kata lain ini perbuatan yang tidak bermoral. Seandainya kita memiliki alternatif untuk tidak membunuh hewan maka kita akan memilih alternatif itu.

Sekarang coba bayangkan. Andai kita memiliki alternatif itu. Jika kita bisa tidak membunuh hewan seperti paus, serigala, macan, kecoa, tikus, tungau, virus. Kita lebih bermoral untuk mengambil pilihan itu. Bayangkan teknologi kita demikian canggih untuk membuat hal itu terjadi.

Maka apa yang akan kita dapatkan. Kita bisa membayangkan manusia hidup di sebuah gelembung yang melayang di udara. Terpisah dari dunia hewan. Terpisah dari udara di bumi. Terpisah dari apapun. Ini karena manusia tidak bisa memilih untuk membunuh virus dan kutu. Karena itu mereka memilih untuk terkucil dari semuanya. Mereka tidak lagi makan tumbuhan, kenapa kita berhenti dengan hewan kalau kita bisa tidak membunuh tumbuhan.

Kita akan jadi makhluk yang terkucil, sendiri, makan makanan sintesis yang muncul dari batu. Apakah kita bisa dikatakan hidup? Salah satu pilihan lain untuk tidak lagi membunuh makhluk hidup lain adalah dengan masuk ke tabung cryogenic dan dibekukan tanpa dibangunkan kembali.

Bahkan kita tidak berhenti di situ. Kita tidak bisa membiarkan hewan mati. Kita harus melindunginya, tapi dunia hewan dipenuhi makan-memakan. Dunia hewan dipenuhi kematian. Hewan-hewan dalam masa kecilnya hanya sedikit yang bertahan hidup. Mereka akan saling memakan atau dimakan pemangsa. Dunia hewan dipenuhi dengan kematian, itu suatu yang pasti. Jika kita memiliki teknologi untuk menghentikannya, apakah itu tindakan etis untuk menghentikannya? Suatu pertanyaan yang harus dijawab oleh mereka yang membela hak azasi hewan. Apakah etis kita melindungi nyawa hewan dengan memasukkan mereka ke dalam gelembung terpisah dari yang lainnya.

Akan sangat sedikit dari kita yang memilih kehidupan macam itu. Kita mungkin memilih jadi hewan yang tidak beradab daripada hidup semacam itu. Kehidupan alam memiliki sifat yang berbeda dari kehidupan manusia. Satu kehidupan berasal dari berakhirnya kehidupan yang lainnya. Kita harus memikirkan lagi mengenai masa depan apa yang akan dituju ketika kita mengajukan prinsip hak asasi hewan.

Tags: , ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Satu tanggapan untuk “Hak Azasi Hewan dan Masa Depan yang Irasional”

  1. Rajuli
    June 16th, 2011 at 08:53 | #1

    Peri-kehewanan perlu disosialisasikan sejak dini agar generasi kita nantinya tumbuh sifat simpaty,empaty dan peduli pada sesama makhluk dan alam. Janganlah berlaku kejam ( menyiksa ), karena kita sebagai halipah di muka bumi ini akan diminta pertanggungjawaban terhadap perlakuan kita yang tidak manusiawi dan peri-kebinatangan.

Silakan Beri Komentar