Otoritas Sebagai Sumber Pengetahuan

Otoritas merupakan sumber yang sah dalam pengetahuan. Ini adalah suatu yang normal saja. Banyak dari pengetahuan kita kita dapatkan dari otoritas. Hal ini tidak bisa dipungkiri. Kita mendapat banyak pengetahuan dari orang tua kita tanpa pernah kita mengalami atau mempertanyakan kenapa, cukup mempercayai.

Pernahkah anda mempertanyakan apakah anda anak kandung. Kenapa anda percaya bahwa anda anak kandung, orangtua anda bisa saja berbohong. Orang tua anda mungkin akan menunjukkan akte kelahiran anda. Tapi dari jaminan apa akte itu asli, dari pemerintah mungkin. Pemerintah bisa saja membohongi anda. Seluruh dunia bisa saja membohongi anda. Kalau tidak membohongi anda minimal mereka bisa salah. Bahkan kemungkinan mereka bohong saja bisa menjadikan kebenaran mereka meragukan. Ini memang sedikit berlebihan, tapi aku harap anda sekalian mengerti apa yang saya bicarakan di sini.

Ketidakpercayaan mutlak terhadap otoritas membawa kepada kekonyolan demi kekonyolan. Karena itulah anda mendengarkan perkataan profesor sejarah daripada perkataan tukang becak misalnya. Tapi masalah soal perbecakan tentu anda akan memilih tukang becak. Ini hal yang wajar saja bahwa kita memang bergantung pada otoritas. Kalau tidak maka kita akan sangat kerepotan karena kita harus mempertanyakan tiap kata dari para ilmuan.

Kepercayaan terhadap otoritas memang wajar. Ini karena penglihatan kita terbatas, logika kita juga terbatas. Karena itu wajar saja kita menggantungkan kepercayaan kita terhadap suatu pengetahuan berdasar pada suatu otoritas.

Kesalahan terjadi ketika kita menganggap apapun yang dikatakan dari seorang yang memiliki otoritas itu benar. Otoritas memang pantas dipercaya, tetapi menganggap semua apa yang dikatakannya itu benar, merupakan suatu kesesatan berfikir. Otoritas bukan Tuhan, dia bisa lupa, salah atau bisa berbohong. Walau dia sangat jujur dan sangat pandai masih ada kemungkinan salah walaupun kecil sekali.

Kadang hal ini dibuktikan di kemudian hari saat ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa pengetahuan yang dibawa otoritas itu salah. Sepenuhnya menyepelekan otoritas ataupun sepenuhnya mempercayai otoritas sampai titik eksterm membawa keburukan. Sebaiknya kita menghargai pengetahuan otoritas dan tidak lupa tetap awas. Pengetahuan dari otoritas tidak kebal dari kritik.

 

 

 

 

Tags: ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Belum ada tanggapan untuk “Otoritas Sebagai Sumber Pengetahuan”

Silakan Beri Komentar