Makna Kebebasan dan Tanggung Jawab

Orang sering berkata “Kebebasan harus disertai tanggung jawab”. Seringkali orang itu berkata walaupun kita bebas, kita nggak boleh bebas-bebas amat. Semacam ucapan-ucapan retorik yang keluar untuk para kaum muda yang dianggap terlalu bebas. Untuk sementara kita tinggalkan dulu pendapat yang demikian karena itu membuat kita tidak maju-maju.

Kita harus sadar bahwa kebebasan selalu disertai dengan batasan. Ada kebebasan pasti ada juga batasan. Ini karena kalau tidak ada batasan, tidak ada kebebasan, karena kita sama sekali tidak mengerti apa itu kebebasan kalau tidak pernah ada batasan. Seperti prinsip Yin dan Yang. Kita tidak akan mengenal gelap kalau tidak ada terang. Kita memerlukan batasan untuk bisa memandang kebebasan itu.

Sebenarnya sebebas apapun bebasnya manusia, dia pasti memiliki batasan. Sejenak kita lupakan hukum aturan masyarakat, sejak dasar kebebasan kita telah diikat oleh yang namanya hukum alam. Hukum alam ini mengikat kebebasan kita, seperti halnya grafitasi. Grafitasi mengikat kita sehingga kita tak bebas terbang. Jika kita meloncat maka kita akan jatuh dan sakit. Ini adalah hukum mutlak. Alam membatasi pergerakan kita.

Sama seperti alam, kebebasan kita akhirnya dibatasi oleh masyarakat juga. Ada hal yang bisa kita lakukan dan ada hal yang tidak bisa kita lakukan. Misalnya kita tidak bisa bernafas di dalam air, kita tidak bisa menumbuhkan tangan. Semua hal itu mustahil. Ini adalah batas dari kebebasan pertama kita. Pembatasan ini natural, karena mengatakan apa yang bisa kita lakukan dan apa yang tidak bisa kita lakukan.

Pembatasan kedua dari kebebasan kita dalah etik. Artinya apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Misal, kita bisa saja membunuh teman kita. Kita tidak dihalangi secara alamiah untuk melakukan itu atau tidak melakukan itu. Kita punya kemampuan untuk melakukannya.

Namun demikian kita tidak boleh melakukannya. Ini karena adanya pembatasan etis. Pembatasan ini bersifat tidak senatural pembatasan secara alamiah. Karena kita memilih perbuatan kita, maka ini menjadi subjek etika. Pembatasan ini berkaitan dengan konsekuensi, baik secara natural maupun artificial.

Ketika melakukan perbuatan kita, maka kita akan mendapat konsekuensinya, misalnya membunuh. Secara natural kita memiliki kebebasan untuk itu. Namun demikian kita bisa mendapat akibat buruk dari hal itu. Akan mengakibatkan kita mendapat konsekuensinya, baik secara langsung seperti rasa bersalah. Ataupun secara artificial, seperti hukuman dari masyarakat.

Dalam arti inilah kebebasan harus memiliki tanggung jawab. Ini karena kebebasan orang lain dibatasi oleh kebebasan orang yang lainnya. Jika satu orang memanfaatkan kebebasannya maka dia akan mengurangi kadar kebebasan orang lain. Dan jika demikian orang lain juga berhak mengurangi kebebasannya sehingga kita saling mengatur kebebasan satu sama lain. Karena itulah ada aturan dalam kehidupan masyarakat agar kehidupan terkendali dengan baik.

Tags: , , , ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Satu tanggapan untuk “Makna Kebebasan dan Tanggung Jawab”

  1. selvi astina
    September 26th, 2012 at 16:53 | #1

    saya terkesima dengan artikel anda,,,terima kasih!!!

Silakan Beri Komentar