Thomas Hobbes dan Tentang Amuk Massa di Indonesia

Thomas Hobbes pernah bilang, manusia adalah serigala bagi manusia yang lain. Sayangnya pendapat itu salah. Bisa jadi serigala malah tersinggung dengan perkataan itu. Serigala sering bekerja sama, saling menghormati, kalau berkelahi paling banter hanya saling gigit dan bunuh.

Manusia berbeda dengan serigala. Dalam sebuah perkelahian dia bisa mencabik, membakar, memperkosa hingga hanya menyakiti. Bahkan ada juga manusia yang membunuh karena sebab yang tidak jelas. Penyakit jiwa misalnya. Serigala tidak ada yang membunuh demi ideologi atau agama. Manusialah yang melakukan pembantaian masa, genocide dengan terstruktur. Kalau jujur, manusia lebih mengerikan dari serigala.

Manusia seringkali ikut-ikut melakukan kekerasan hanya dengan berada sebagai sebuah kerumunan. Dalam kerumunan itu manusia bisa kehilangan jati dirinya. Dia bisa melakukan berbagai tindak kekerasan. Jadi rasanya salahlah anggapan Hobbes bahwa manusia itu seperti serigala. Seperti serigala adalah perumpamaan yang sangat meremehkan dari kemungkinan manusia melakukan tindak kekerasan.

Sering kali kita melihat di berita adanya kata amuk massa yang sering terjadi. Rasanya bagi kita ini adalah masalah sepele. Ada perkelahian motor lalu dimulai amuk massa. Ada seorang maling terus dimulailah amuk massa. Amuk massa bukan hal yang sepele saja. Ini menunjukkan tiadanya kekuatan hukum untuk mengatur masyarakat. Terjadinya chaos dan kekacauan di mana-mana.

Amuk massa terjadi karena manusia bergerak pada sebuah kerumunan. Dalam kerumunan manusia jadi kehilangan jati dirinya. Dosa yang dilakukan adalah dosa bersama. Karena itu mereka bisa saja membunuh manusia dengan mudahnya. Ini karena ditanggung bersama. Ditanggung kelompok.

Memang hubungan sosial yang erat sangat baik. Tapi minimnya penghargaan atas individualisme bisa mengakibatkan kehancuran dan kekacauan serta pelanggaran hak asasi manusia.

Tags: , , ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Belum ada tanggapan untuk “Thomas Hobbes dan Tentang Amuk Massa di Indonesia”

Silakan Beri Komentar