Partai Bukan Komunis Indonesia Suatu Telaah Simbol

Sebenarnya saya rasa trauma suatu bangsa cukup diakui, dan layaknya dihormati. Dalam kasus kita, misalnya komunisme. Dalam kasus yang lain adalah partai Nazi. Gambaran Palu Arit di negeri kita sama tabunya dengan gambaran Swastika di negeri Eropa. Tapi belakangan ini toh gambaran Palu Arit di Indonesia sudah mulai dibolehkan, karena kasusnya juga sebenarnya rumit dan penuh unsur politik.

Kalau dipikir baik-baik simbol Palu dan Arit di dalam dirinya sama sekali tidak menakutkan. Apa yang menakutkannya dengan simbol itu. Palu dan Arit dijual di mana-mana, alat yang pasti kita membutuhkannya. Apa yang diwakilinya menakutkan. Simbol itu sendiri tidak ada maknanya tanpa konteks. Kasus Nazi Jerman malah menggunakan simbol Swastika, yang notabene simbol yang terpisah dan ada lebih dahulu. Kini orang-orang menggunakan simbol Swastika dengan ketakutan terhadap Nazi, tapi toh sebenarnya tak ada hubungannya.

Simbol berubah dengan sendirinya. Sesuai dengan tempat dan waktunya. Simbol ini bisa menjadi simbol ketakutan di suatu negara dan simbol yang biasa saja di tempat lain. Orang-orang di belahan dunia lain mengkhawatirkan hal-hal lain. Bagi kita, memakai aksesori dan simbol Nazi mungkin tidak begitu berbahaya (dibanding di Jerman atau bahkan Israel).

Lebih aneh lagi ketika budaya pop masuk ke dalam simbol-simbol itu. Seorang memakai kaos bergambar Che Guevara, tanpa perlu menyetujui komunisme. Itu karena gambar Che Guevara keren aja!

Sebaliknya jika kita ingat acara televisi yang pernah diban sebelumnya yaitu “Empat mata”, karena di ban mereka membuat acara baru judulnya “Bukan empat mata.” Formatnya awalnya berubah dari acara asli, tapi setelah agak lama dia kembali dengan format lama. Ini membuat saya agak sakit kepala. Apa bedanya? Dan apa gunanya sensor? Yah mungkin dahulu ketika PKI dilarang , seharusnya mereka membuat nama baru “Bukan Partai Komunis Indonesia.” Mungkin mereka bisa selamat dengan itu. Hanya bercanda…

Tags: , , , ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Belum ada tanggapan untuk “Partai Bukan Komunis Indonesia Suatu Telaah Simbol”

Silakan Beri Komentar