Korelasi antara Agama dan Budaya

Tentu saja topik tulisan kali ini akan memulai perdebatan panas dan keras. Tapi mari kita tidak terbawa perdebatan ini menjadi semacam debat kusir. Filsafat bertujuan untuk membuka manusia terhadap berbagai realitas dan kemungkinan-kemungkinan. Agama dan budaya jelas sekali saling berhubungan satu sama lainnya. Bahkan budaya dan Agama memiliki hubungan yang sangat amat dekat. Hal ini tidak perlu diperdebatkan.

Kita telah melihat bagaimana agama mampu mengubah sebuah kebudayaan secara signifikan . Bagaimana agama juga menentukan sebagian dari perkembangan sebuah kebudayaan. Bagaimana nilai-nilai dan Idealisme agama mempengaruhi suatu kebudayaan. Hal ini mulai dari Arsitektur hingga tata politik. Mengatur berbagai segi mulai dari sains dan perdagangan.

Sebaliknya mau tidak mau budaya mempengaruhi praktek agama yang ada walau kadang tidak sampai mengubah inti ajaran agama. Tetapi sedikit banyak suatu praktek agama akan terpengaruh dari nilai-nilai budaya dimana Agama itu dianut. Bangunan-bangunan rumah Ibadah disesuaikan dengan arsitektur budaya yang ada. Kotbah dan ceramah menggunakan bahasa yang dikenal masyarakat. Bahkan terjadi penyerapan nilai-nilai budaya dalam menafsirkan suatu ajaran Agama.

Hal ini tidak bisa dihindari, ini karena dunia bukanlah suatu yang stagnan dan tidak berubah. Dunia adalah sesuatu yang dinamis. Budaya mempengaruhi ajaran agama dan budaya terpengaruh dari agama. Saling mempengaruhi dan terpengaruh juga dengan faktor-faktor lain seperti politik saat itu dan semacamnya.

Mungkin yang menjadi perdebatan serius adalah apakah agama itu sebenarnya budaya dan hanya ciptaan manusia. Tentu saja ini masuk salah satu pertimbangan. Agama seringkali memiliki bentuk seperti budaya. Berkembang dan terpengaruh satu sama lain. Contoh yang paling menonjol tentu saja dalam bentuk Politeisme, dimana dewa dan dewi bisa saling mempengaruhi satu sama lain.

Hal ini tentu akan mendapat tantangan keras dari agama dari tradisi Abrahamik dan mungkin agama dari tradisi lainnya. Agama Abrahamik tentu saja keberatan karena agama diciptakan oleh Tuhan dan bukan manusia. Ini masalah kepercayaan, dan sah saja mengatakan demikian. Dalam tradisi Abrahamik agama seringkali dipandang sebagai hukum yang diturunkan oleh Tuhan ke Manusia. Menyatakan bahwa agama diciptakan manusia sama saja mengingkari dasar dari kepercayaan itu. Kadang ini bisa dipecahkan dengan teori beberapa agama adalah budaya dan beberapa tidak.

Tags: , , ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Satu tanggapan untuk “Korelasi antara Agama dan Budaya”

  1. Featri
    October 10th, 2012 at 17:49 | #1

    Bagus sich. . . tp, penjelasannya kurang detail.

Silakan Beri Komentar