Indra Manusia dan Skeptisisme

Dalam ranah Epistemologi Indra manusia seringkali diragukan kebenarannya. Memang Indra manusia seringkali terbatas dan tidak bisa dipercaya. Bagaimanapun manusia juga tidak bisa tidak mempercayai indranya. Argumen tentang Indra manusia yang diragukan ini adalah pendapat yang sudah ada sejak lama. Ada banyak filsuf yang meragukan kebenaran yang dicapai oleh Indra.

Indra kita terbatas dan sering salah. Misalnya saja Indra penglihatan. Dalam indra penglihatan kita kita sering tertipu. Kita kadang mengira seseorang sebagai seseorang yang lain. Kita juga bisa mengira suatu benda sebagai benda yang lain. Ini karena indra penglihatan kita terbatas. Kita hanya bisa melihat benda secara terbatas ruang dan waktu. Benda yang terlalu jauh dan terlalu dekat juga tidak bisa kita lihat dengan baik.

Kita kadang mengira suatu benda padahal ketika kita mendekatinya itu ada benda lain. Kita bisa melihat sebuah makanan dari jauh, bahkan itu membuat kita meneteskan air liur. Ketika kita dekati ternyata itu adalah makanan mainan. Keterbatasan ruang juga bisa menimbulkan kesalah pahaman. Kita bisa mengira seseorang yang memiliki rambut panjang dan bodi yang aduhai sebagai seorang wanita yang cantik. Padahal ketika dia berbalik badan ternyata dia cowok berkumis. Contoh klasik adalah pensil yang terlihat bengkok ketika dimasukkan ke dalam air.

Begitu juga dengan suara. Suaranya bisa seperti harimau padahal tidak ada harimau di sana. Kulit kita bisa mengira itu dingin jika kulit kita merasakan hangat lebih dahulu dan hangat jika kulit kita merasakan dingin lebih dahulu. Karena itulah indra kita tidak bisa dipercaya.

Tentu saja pendapat mengenai skeptisisme terhadap Indra ini akan membawa kepada kritik. Kita mengetahui bagaimana indra bisa salah tentu karena kita menggunakan indra lain untuk membenarkannya. Dengan kata lain indra masih bisa dipercaya.

Tags:

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Belum ada tanggapan untuk “Indra Manusia dan Skeptisisme”

Silakan Beri Komentar