Budaya Korupsi

Kalau berbicara mengenai budaya korupsi sebenarnya Cina memiliki budaya korupsi yang jauh lebih kental dan dalam dari Indonesia. Toh, mereka juga bisa keluar dari belenggu korupsi yang membelit mereka.

Korupsi seringkali dibilang sudah mengakar di dalam kebudayaan Indonesia. Zaman dahulu para tuan tanah menerima hasil upeti dari rakyatnya. Tradisi itu kini masih dilanjutkan. Pemegang kekuasaan diumpamakan tuan tanah dan pemberi suap dikatakan pemberi upeti. Tidak heran kalau bangsa Indonesia masih melakukan korupsi hingga sekarang.

Tapi kita tidak bisa menyalahkan korupsi sebagai budaya atas maraknya korupsi yang ada di Indonesia. Jika kita lihat tetangga kita yang jauh lebih tua dari kita, malah memiliki korupsi yang lebih mendalam dari bangsa Indonesia. Dari ribuan tahun yang lalu para pejabat sering menerima hadiah, ini dilakukan agar bisa meluluskan suatu perkara. Ini adalah suatu praktek yang dianggap wajar. Karena itulah korupsi sempat menjadi momok yang menghantui Cina.

Namun demikian apakah itu membuat Cina menyerah dengan korupsi. Tidak! Dengan tekad kuat dan ketegasan, pemerintah mampu membuat takut para koruptor untuk melakukan korupsi lagi. Bahkan Cina dengan budaya korupsi yang lebih mengakar mampu mengatasi masalah korupsinya. Karena itulah bangsa Indonesia tidak boleh gentar menghadapi korupsi seperti yang dilakukan oleh bangsa Cina yang jauh lebih tua dari bangsa Indonesia.

Budaya bukanlah sesuatu yang stagnan namun sesuatu yang dinamis. Praktek-praktek yang sudah mentradisi dan menjadi budaya memang tidak bisa dirubah dengan mudah. Jika sekali lagi menelisik ke Cina, kita jadi mengingat praktek Revolusi Kebudayaan yang menghebohkan. Ketika kaum muda hendak menumbangkan segala sesuatu yang kuno dan bersifat kolot. Revolusi itu berhasil merubah berbagai bentuk kebudayaan yang tidak sesuai dengan dunia modern walaupun dengan kekerasan.

Walau praktek yang keras seperti Revolusi Kebudayaan menimbulkan banyak kerugian tetapi kita bisa belajar satu hal. Tradisi dan kebudayaan bisa dirubah. Karenanya kita tidak boleh menyerah dari korupsi.

Tags: , ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Belum ada tanggapan untuk “Budaya Korupsi”

Silakan Beri Komentar