REN

Ren adalah salah satu dari nilai yang di ujarkan oleh Kung Tze ribuan tahun lalu di daratan cina. Mungkin kalian lebih mengenalnya sebagai Konfusius. Konfusius adalah seorang filsuf yang hidup ratusan tahun yang lalu, yang bahkan sampai sekarang pemikirannya masih mempengaruhi masyarakat cina kalau bukan dunia.

Untuk menjadi manusia seutuhnya menurut Konfusius kita harus memiliki Ren. Ren artinya adalah “kemanusiaan.” Bisa juga diartikan “Benevolance.” Bisa dikatakan kalau Ren adalah apa yang menjadikan manusia menjadi manusia. Untuk memiliki Ren kita harus mencintai manusia. Dalam karakter Cinanya, kata Ren tersusun dari dua kata “Manusia” dan “Dua.” Artinya ini merupakan hubungan antara dua manusia.

Konfusius pernah ditanya muridnya. “Apakah itu Ren?” Konfusius menjawab “mencintai manusia” kemudian dia bertanya lagi mengenai pengetahuan. Konfusius menjawab “memahami manusia” (Analect 12:22)

Berkemanusiaan berarti menyayangi manusia. Dia tidak tahan melihat manusia lain menderita dan ikut mengusahakan kebahagiaan manusia lain. Untuk menjadi seorang manusia sempurna seseorang harus memiliki Ren. Bersikap menghargai manusia lain dan hidup sesuai dengan kepatutan. Dengan kata lain menjadi manusia. Berkemanusiaan.

Jika kita merefleksi bagaimana dunia modern tidak memperhatikan prinsip Ren. Negara otoriter menggunakan kekerasannya kepada rakyatnya. Jelas sekali negara tidak menyayangi manusia. Jelas sekali negara yang demikian bukan merupakan negara ideal dalam pandangan Konfusius.

Kita selalu melihat rusuh di mana-mana. Kampung berkelahi satu sama lainnya. Mahasiswa melawan pihak pengurus universitas, suporter yang beringas. Ini menunjukkan bahwa kita kurang menghargai prinsip Ren dalam bermasyarakat. Ren merupakan hubungan antar manusia dengan manusia. Hubungan antar manusia menjadi tidak harmonis.

Sebaiknya kita menilik kembali nilai Ren ini. Bagaimana manusia satu sebaiknya menghargai manusia yang lainnya. Dengan menjadi berkemanusiaan ini kita tidak mudah bermain tangan dan mudahnya menyakiti orang lain.

 

Tags:

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Belum ada tanggapan untuk “REN”

Silakan Beri Komentar