Antara Bakat dan Kerja Keras

Manusia diberi anugrah berupa tubuh dan jiwa. Sudah pasti bahwa setiap manusia memiliki tubuh dan jiwa yang berbeda satu sama lain. Tidak jarang pula manusia yang satu iri dengan manusia yang lain. Hal tersebut bukanlah hal yang tidak wajar karena memang masing-masing manusia punya kelebihan dan kekurangan.

Ada hal yang rasanya kurang adil dalam hidup ini ketika orang yang telah bekerja keras sedemikian rupa, mencurahkan segala tenaga, dan pikiran untuk meraih cita-citanya. Namun, si pekerja keras ini selalu tidak bisa meraih apa yang benar-benar menjadi target hidupnya. Berbeda dengan si pemilik bakat yang selalu mudah dalam mempelajari sesuatu sesuai dengan bakatnya sehingga targetnya selalu tercapai bahkan dengan usaha kecil sekali pun.

Kerja keras sangatlah sulit untuk mengalahkan bakat, meskipun demikian bakat tetap dapat dikalahkan oleh kerja keras. Persoalannya adalah bagaimana jika orang berbakat dan ia pekerja keras? Apakah masih bisa dikalahkan? Jika kita berbicara manusia seluruhnya adalah baik maka orang yang berbakat dan pekerja keras tidak akan bisa dikalahkan dengan orang yang memiliki kerja keras saja.

Ketidakadilan Terhadap Pekerja Keras

Banyak orang yang bekerja keras demi dirinya, demi keluarganya. Tetapi apa? Orang-orang yang bekerja keras tersebut dikendalikan oleh orang-orang yang memiliki insting dan bakat untuk memanajemen sekelompok orang. Di sini kita tidak berbicara soal manajemen bisa dipelajari, tetapi di sini kita melihat bahwa memang ada orang yang berbakat menjadi pemimpin, politikus, pemusik, ahli kimia, ahli biologi, dan lain-lain. Jika diibaratkan, mereka yang berbakat adalah orang-orang yang memiliki tingkat IQ dan EQ yang lebih tinggi dari kebanyakan orang.

Sudah jelas bahwa IQ seseorang bisa merupakan bawaan dari lahir. Dengan IQ yang tinggi orang bisa dianggap berbakat, orang bisa berpikir beberapa langkah lebih maju dan lebih kreatif dibandingkan orang kebanyakan. Dengan IQ yang tinggi ia bisa menemukan (inventing) sesuatu dengan usaha, misalnya 10 tahun. Sedangkan pekerja keras mungkin butuh 30 tahun. Bagaimana bisa? Simak cerita berikut.

Kapak dan Gergaji Mesin

Yono dan Randi adalah dua orang yang berteman. Mereka berjanji untuk sukses dalam hidup. Mereka kerja di tempat yang sama yaitu tempat setor kayu gelondongan. Makin lama mereka makin dewasa dan menginginkan pekerjaan mereka bisa dilakukan dengan cepat.

Pada awalnya mereka memakai gergaji untuk memotong kayu. Lambat laun keduanya tahu bahwa gergaji tidak efektif untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Yono dan Randi memiliki pemikiran sama meski keduanya bekerja secara terpisah. Yono dan Randi beralih untuk menggunakan kapak untuk menebang pohon. Hasilnya, mereka mencapai hal yang sebelumnya tidak tercapai yaitu bisa bekerja lebih cepat.

Yono pun senang terus menggunakan kapak untuk menebang pohon. Lama-lama Yono dan Randi merasa kapak tidak efektif untuk menebang pohon. Mereka mencoba sesuatu lagi untuk memudahkan pekerjaan mereka. Di sini letak perbedaannya.

Yono: Berusaha untuk memperbesar kapak dan mempertajamnya setiap hari

Randi: Berusaha untuk mencari alat lain dengan daya potong kayu lebih tinggi tetapi menghemat tenaga manusia. Randi pun membuat gergaji dan digabungkan dengan mesin, menjadi gergaji mesin.

Karena Yono dan Randi bekerja secara terpisah, hasilnya pun baru kelihatan 10 tahun kemudian. Randi lebih sukses karena berhasil menyetor kayu lebih banyak daripada Yono. Yono pun baru tahu pada saat itu kalau Randi ternyata menciptakan alat untuk memudahkannya dalam bekerja.

Di sini Randi berhasil berinovasi bukan karena kerja kerasnya tetapi karena otak dan bakatnya. Ia berhasil untuk menghemat waktu dan tenaga. Sedangkan, Yono tidak hemat waktu dan tenaga, memang Yono bekerja keras, tetapi tidak sesukses Randi. Inilah berkat bakat, kelihaian, kepandaian dalam memecahkan masalah.

Satu hal yang menjadi ketidakadilan di sini adalah bahwa kerja keras dapat dilakukan sedangkan bakat tidak dapat dilakukan, melainkan hanya bisa diterima sejak lahir.

Tags: ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

3 tanggapan untuk “Antara Bakat dan Kerja Keras”

  1. May 21st, 2011 at 16:36 | #1

    Mungkin Yono bisa menang klo dia berdoa banyak ken. Btw, nama ni tokoh jd mengingatkan sama seseorang 😛 Maen2 lah ke blog gw, hehe.

    • May 22nd, 2011 at 10:06 | #2

      hahaha nama tersebut adalah nama yang rupa2nya sudah menikah dengan wanita yang tabah..

    • Kimus
      February 14th, 2016 at 12:59 | #3

      Haha iyah sama

Silakan Beri Komentar