Common Sense, Subjektivisme dan Objektivisme

Perasaan orang awam (Common Sense)

Pendapat orang awam mengatakan bahwa ada dunia yang riil dan objektif di luar pikiran. Dunia tersebut ada terlepas dari persepsi kita kepadanya. Kesulitan dengan pandangan orang awam terjadi karena banyak kepercayaan orang awam yang tidak diselidiki, seperti sampai ke mana perasaan-perasaan dan ingatan-ingatan kita dapat diandalkan.

Terdapat perbedaan rasa (sensation) dan data rasa (sense datum). Suatu rasa adalah keadaan kesadaran pribadi atau satu kejadian mental. Data rasa adalah sesuatu yang dialami seperti warna, hal tersebut dapat dialami oleh lebih dari seorang secara bersamaan.

Subjektivisme

Subjektivisme adalah pandangan yang mengatakan bahwa objek dan kualitas yang kita persepsikan dengan indra kita tidak berdiri sendiri terlepas dari kesadaran terhadapnya. Tahap-tahap subjektivisme yang meningkat mencakup subjektivitas mimpi, data rasa kualitas pertama dan kedua, realitas, ruang dan waktu dan hukum alam, serta sikap yang ekstrim, dan “solipsisme” atau pandangan bahwa yang ada hanya pribadi-pribadi (individual). Pada kasus tersebut seseorang menghadapi persepsi atau perasaan sendiri.

Objektivisme

Objektivisme adalah pandangan bahwa objek dan kualitas yang kita persepsikan dengan perantaraan indra kita itu ada dan bebas dari kesadaran manusia. Tempat data rasa tetaplah yang menjadi titik pijak. Argumen untuk objektivisme mencakup penolakan terhadap metode pemikiran subjektivisme dan penggunaan kata “ide” secara lebih positif. Asumsi bahwa terdapat alam realistis adalah lebih baik dan lebih memadai daripada asumsi lain. Asumsi itu sesuai dengan pengalaman hidup kita sekarang, dan pemahaman kita terhadap proses pemikiran.

Daftar Pustaka

Titus, Harold H., 1984. Persoalan-persoalan Filsafat. Jakarta: Penerbit Bulan Bintang.

Tags: , ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

Satu tanggapan untuk “Common Sense, Subjektivisme dan Objektivisme”

Silakan Beri Komentar