Pandangan Objektivisme dan Subjektivisme Ekstrim Akan Gagal

Jawaban terhadap problema watak pengetahuan akan tergantung, sedikitnya sebagian, pada macam filsafat yang nanti akan dipilih oleh seseorang. Dalam problema yang begitu kompleks, adalah sangat mudah untuk mengambil sebagian kecil dari situasi pengetahuan dan berusaha agar bagian itu nampak sebagai keseluruhan. Bentuk subjektivisme yang ekstrim dan bentuk objektivisme yang ekstrim keduanya melakukan kesalahan ini.

Tidak ada syak lagi bahwa terdapat berbagai unsur subjektif yang penting dalam pengetahuan kita. Kita mengalami berbagai benda dari segi yang khusus dan dengan menggunakan alat indra yang khusus, sehingga benda-benda itu mungkin tidak seperti pada kenyataannya. Persepsi kita adalah relatif terhadap aku. Jika aku melihat sebatang pohon atau seseorang, terjadilah proses saraf atau proses organik yang merupakan kondisi dari pengalaman tersebut. Karena kondisi organisme kita berbeda, maka objek pengalaman kita berubah. Dunia benda adalah relatif terhadap aku yang sadar dan yang menghayati berbagai benda itu.

Di samping itu ada unsur yang datang dari luar. Bahwa berbagai objek yang mempunyai wujud yang terlepas dari pengalaman kita, adalah satu hal yang nampak pasti. Hal tersebut merupakan suatu asumsi yang paling dapat kita pegang dan yang tidak saja memungkinkan kita menjelaskan dan menyesuaikan bermacam-macam pengalaman yang kita miliki tetapi juga memungkinkan menceritakan berbagai pengalaman itu kepada manusia yang lain.

Walaupun kita tidak dapat memastikan adanya dunia luaran, banyak fakta seperti rentetan kejadian di dunia kita, penemuan objek yang tidak terduga dan yang masuk dalam kesadaran kita, dan asumsi kehidupan sehari-hari serta kemajuan sains, semua itu dapat dijelaskan lebih sempurna dengan hipotesa adanya dunia luar daripada dengan bentuk subjektivisme yang lebih ekstrim

Daftar Pustaka

Titus, Harold H., 1984. Persoalan-persoalan filsafat. Jakarta: Penerbit Bulan Bintang.

Tags: , , ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

Belum ada tanggapan untuk “Pandangan Objektivisme dan Subjektivisme Ekstrim Akan Gagal”

Silakan Beri Komentar