Gottfried Wilhelm Leibniz – Doktor Pada Usia 20 Tahun

Gottfried Wilhelm Leibniz (1646-1716) adalah seorang ilmuwan Jerman. Ayahnya adalah seorang guru besar di Universitas Leipzig. Pada waktu masih kanak-kanak ia berkembang dengan pesat dan menguasai bahasa Latin pada usia 8 tahun dan telah dianggap ahli dalam bahasa kuno pada usia 12 tahun.

Ia diterima di Universitas Leipzig pada usia 15 tahun dan mendapat gelar doktornya pada usia 20 tahun. Ia dianggap sebagai salah satu dari banyak cendekiawan besar dunia dengan pengatahuan yang sangat luas dalam bidang filsafat, matematika, sains, sejarah, dan teologi. Ia dan Sir Isasc Newton dinyatakan sebagai ahli yang mengembangkan differensial kalkulus. Leibniz menyempurnakan dan menciptakan sebuah mesin hitung yang merupakan pengembangan dari mesin hitung yang diciptakan oleh Blaise Pascal.

Ia memamerkan kemampuan mesin hitung itu di depan para anggota Royal Academy of the Sciences di Paris dan di hadapan para anggota Royal Society of London. Ia kemudian diangkat menjadi anggota dari Royal Society of London. Ia pernah dikirim sebagai anggota berbagai misi diplomatik, sehingga ia dapat bertemu dengan banyak cendekiawan terkenal.

Jika Spinoza telah mencapai unity (kesatuan) dalam monisme (anggapan bahwa yang ada itu hanya satu), Leibniz sebaliknya merasa bahwa kita harus menekankan individualitas. Filsafatnya yang ia namakan monadologi, mengatakan bahwa tiap orang atau benda merupakan suatu kesatuan yang terpisah atau Monad, yang eksistensinya ditegakkan oleh Tuhan. Dengan begitu maka terdapat kontinuitas dan tak ada yang terputus dalam alam.

Tak ada yang mati karena segala sesuatu adalah berbagai aktivitas yang berbeda hanya dari derajat aktivitasnya. Dengan Leibniz kita beralih ide “benda yang pasif” kepada konsep tenaga atau energi.

Daftar Pustaka

Titus, Harold H., 1984. Persoalan-persoalan Filsafat. Jakarta: Penerbit Bulan Bintang.

Tags: , , ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

4 tanggapan untuk “Gottfried Wilhelm Leibniz – Doktor Pada Usia 20 Tahun”

  1. June 26th, 2010 at 10:17 | #1

    Dapat gelar Doktor usia 12 Tahun…
    waoww..
    Keren banget 💡 💡

  2. July 1st, 2010 at 08:30 | #2

    mohon maaf harus menyebut nama mbah guru filsafat, budaya, psikolog, dll di postinganku
    http://www.attayaya.net/2010/07/moral-dan-budaya-mata-dan-hatiku.html

  3. herna
    August 1st, 2010 at 13:38 | #3

    huebat banget ciptaan Tuhan yang satu ini. kayak apa bentuk otak dia punya ya

  4. March 3rd, 2011 at 17:26 | #4

    timing postingnya cukup lama, namun dari sekian banyak posting saudara, kayaknya saudara memiliki pemahaman filsafat yang dalam. Saya ingin bertanya…terutama berkaitan dengan posting ini dan sebagai refleksi di negara kita, apakah ada yang salah dengan filsafat pendidikan di negeri kita ini, jika melihat gelar doktor and profesor kebanyakan dapat diraih pada usia diatas 35-40 tahun, dilihat dari usia sedikit lagi mati…trus kapan sumbangsihnya untuk membangun bangsa ini, melihat kenyataan, proses pendidikan untuk mendapatkan ilmu dan gelar mungkin tidak terlalu susah, tapi justru malah dipersulit oleh mereka-mereka yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Menurut anda bagaimana ?? Mohon saranya

Silakan Beri Komentar