Yustinus Martir Sang Apologis

Seseorang yang bernama Yustinus ini adalah seseorang yang menjadi martir agama Kristen pada akhir hidupnya sehingga nama Yustinus juga dikenal memiliki kepanjangan yaitu Yustinus Martir. Yustinus memiliki karya yaitu Liber Apoligeticus. Karya Yustinus tersebut mengandung pemikiran Yustinus tentang logika yang dipakai seseorang dalam mengimani sebuah kepercayaan. Oleh sebab itu Yustinus juga disebut sebagai seorang apoligis.

Pemikiran Yustinus dipakai oleh para apologis dalam membela ajaran Kristen. Pemikirannya yaitu penegasan bahwa agama Kristen bukanlah agama baru melainkan agama yang lebih tua dari pada filsafat Yunani. Oleh karenanya, hal yang wajib dipercaya oleh mereka adalah Allah yang Esa bukan para Dewa (banyak Tuhan).

Argumen Yustinus berisi logikanya bahwa segala pemikiran diturunkan kepada orang Yunani adalah Logos yang secara tidak langsung telah diturunkan oleh Nabi Musa. Penguatan argumen Yustinus adalah bahwa Nabi Musa adalah sebab adanya Kristus yang dipercaya Kristen sebagai sumber Logos. Oleh karena itu, siapa pun orangnya (dalam hal ini orang Yunani), ia telah mengandung unsur Kristus (benih Logos) meskipun tidak dibaptis sama sekali. Yustinus pun berargumen bahwa Logos itu sendiri terpisah dari Tuhan dan merupakan turunan dari Tuhan.

Pemikiran filsafat Yunani merupakan penyimpangan karena Logos yang tumbuh tidak mencerminkan keilahian yang Esa, makanya agama Kristen menganggap hal tersebut sebagai pengaruh setan kepada manusia Yunani.

Daftar Pustaka

  • Hadiwijono, Harun. 2005. Sari Sejarah Filsafat Barat I. Penerbit: Kanisius. Yogyakarta.
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Justin_Martyr
Tags: ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

Satu tanggapan untuk “Yustinus Martir Sang Apologis”

  1. Agung Setia Budi
    November 5th, 2012 at 09:31 | #1

    Shalom
    Sejarah adalah pengetahuan yang perlu diketahui karena untuk mengetahui lebih dalam tentang latar belakang ke Kristenan dan mengenal akan kesaksian Bapa-bapa Gereja dimana sebelum ada filsafat Yunani sudah ada agama Kristen, Terima kasih atas artikel yang memuat hal ini, kami sungguh di berkati, Amin.

    GAI, LAGOI

Silakan Beri Komentar