Penanganan Anak Bermasalah Memprihatinkan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA), Ny. Linda Amalia Sari Gumelar, mengatakan bahwa penanganan anak yang berhadapan dengan masalah hukum di Indonesia masih memprihatinkan. “Sanksi yang dijatuhkan kepada anak yang berhadapan dengan hukum sangat memprihatinkan,” katanya dalam acara “Workshop Penanganan Anak yang Berhadapan Dengan Hukum Dengan Pendekatan Restoratif” di Bogor, Senin (5/4).

Menteri menjelaskan, sanksi yang dijatuhkan kepada anak kadang tidak sesuai dengan tindak pidana yang dia lakukan serta bertolak belakang dengan hak tumbuh kembang anak. “melihat tindak pidana yang dijatuhkan kadang menempatkan anak pada posisi yang lemah,” katanya.

Menteri menambahkan, anak yang melakukan tindak pidana seharusnya dipandang sebagai korban. Oleh karena itu, anak yang melakukan tindak pidana tidak terlepas dari faktor yang melatarbelakanginya. “Anak dapat dipengaruhi/disuruh dan dilibatkan dalam suatu tindak pidana,” katanya.

Selain itu, faktor kemiskinan, kurangnya kasih sayang dan perhatian dari keluarga serta kurangnya pembinaan dari orang tua dan lingkungan sosial juga dapat memicu peningkatan kecenderungan anak menjadi pelaku tindak pidana.

Tags: , , ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

Satu tanggapan untuk “Penanganan Anak Bermasalah Memprihatinkan”

  1. July 8th, 2015 at 17:47 | #1

    Masih banyak yang mesti di perbaiki peraturan tentang penangan anak yang bermasalah….

    miris dengernya

Silakan Beri Komentar