Pengawasan UN SMP Menggunakan CCTV

Guna mencegah terjadinya aksi kecurangan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2009/2010 ini, termasuk jenjang SMP yang masih akan berlangsung hingga Kamis (1/4) besok banyak cara dilakukan sejumlah sekolah terkait pengawasan terhadap para siswanya.

Mulai dari pemeriksaan secara menyeluruh terhadap banyak barang bawaan siswa saat hendak masuk ruang ujian, hingga memasang alat pemantau berteknologi canggih semacam kamera CCTV (Closed Circuit TeleVision) di sejumlah sudut ruang tempat ujian. Di satu sisi, hal semacam ini memang sangat efektif mencegah kemungkinan terjadinya aksi kecurangan yang coba dilakukan oleh para siswa. Namun di sisi lain hal tersebut juga seakan memposisikan siswa sebagai pihak yang dicurigai rentan berbuat curang.

Sehingga justru memunculkan rasa ketakutan di kalangan para siswa pada saat menghadapi ujian nasional itu sendiri. Praktisi sekaligus pengamat pendidikan, ST Kartono, menilai jenis-jenis pengawasan semacam itu sudah merupakan suatu bentuk intimidasi kepada siswa. Di mana siswa yang seharusnya berhak mendapatkan rasa rileks, nyaman serta tenang pada saat mengikuti ujian, justru harus merasa tegang dan cemas karena mendapat pengawasan secara berlebihan.

“Hal ini menunjukkan adanya proses yang terbalik. Di mana rasa kejujuran yang semestinya lebih dikedepankan berubah menjadi rasa ketidakpercayaan,” ujarnya kepada Bernas Jogja, Selasa (30/3) kemarin. Kartono juga mengungkapkan “hukuman” sebagai efek jera yang banyak diberikan kepada siswa saat ini sudah tidak lagi mengedepankan unsur mendidik. Padahal hukuman semestinya diberikan sebagai upaya mendidik siswa. Hal inilah yang kemudian menurut Kartono memunculkan rasa ketakutan di kalangan para siswa.

“Untuk mengubah hal itu memang tidak mudah. Perlu proses panjang. ┬áDalam proses pendidikan anak harus dilayani terlebih dahulu. Baik itu menyangkut proses pendidikan, fasilitas, maupun pelayanannnya secara menyeluruh. Baru setelah semua hal tersebut terpenuhi, pada saat proses evaluasi anak akan percaya diri dan tidak tergoda untuk melakukan kecurangan atau pelanggaran. Sebab kejujuran tidak bisa hanya sesaat. Kejujuran adalah suatu proses,” ujarnya.

Berbeda, Ketua Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta, Wahyuntana Kusumabrata, justru menilai pengawasan dengan menggunakan perangkat CCTV ataupun pemeriksaan sebelum masuk kelas pada saat ujian nasional merupakan sebuah hal yang positif.

“Menurut saya baik saja, tidak masalah. Justru itu merupakan salah satu bentuk kehati-hatian. Sebab walaupun sudah dilakukan pengawasan semacam itu tetap ada juga siswa yang membawa handphone. Ini menunjukkan masih adanya siswa yang kurang percaya diri,” tuturnya.

Tags: , , , ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

2 tanggapan untuk “Pengawasan UN SMP Menggunakan CCTV”

  1. April 30th, 2010 at 13:38 | #1

    mungkin memang ulah segelintir siswa yang berbuat curang, namun seluruh siswa jadi mau tidak mau di awasi oleh CCTV saat Ujian. Bagaimanapun juga penggunaan CCTV dapat memacu siswa dan pengawas untuk tetap bersikap jujur dalam melaksanakan ujian

  2. April 28th, 2011 at 11:01 | #2

    CCTV seharusnya bukan untuk membuat siswa tidak rileks saat mengerjakan ujian. seharusnya siswa tidak perlu tegang apabila sudah jujur.

Silakan Beri Komentar