Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM Wafat

Salah satu guru besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Djuwantoko MSc tutup usia. Djuwantoko wafat pada Kamis, (25/3) pukul 07.15 WITA di Tomohon, Sulawesi utara dalam usia 62 tahun. Jenazah almarhum dimakamkan pada Jumat (26/3) pukul 10.00 di Makam Keluarga UGM, Sawitsari. Sebelumnya, pukul 09.00, jenazah disemayamkan di Balairung UGM untuk mendapat penghormatan terakhir dari keluarga besar UGM.

Djuwantoko dikenal memiliki komitmen kuat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya bidang ilmu pengelolaan margasatwa. Bahkan berkat kepeduliannya itu almarhum disebut sebagai Wild Life Kera Ekor Panjang karena bekerja keras yang tidak kenal lelah “UGM telah kehilangan salah seorang putera terbaiknya. Semoga suri tauladan yang telah diberikan almarhum dapat menjadi panutan seluruh civitas akademika dan warga UGM yang ditinggalkan,” papar Ketua Majelis Guru Besar (MGB) Prof Suryo Guritno dalam upacara pelepasan jenazah di Balairung UGM, Jumat (26/3).

Djuwantoko lahir di Yogyakarta, 27 Desember 1948. Semasa hidupnya, pernah menjadi Kepala Bagian Konservasi Sumber Daya Hutan 1993-1996, Kepala Pusat Pengelolaan Mangunan Girirejo-LPM-UGM tahun 1994-1998, Wakil Dekan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan 1998-2002, dan terakhir menjabat Kepala Pusat Studi Pengelola Sumber Daya Hutan (SDH)

Sumber: Bernas Jogja, Sabtu 27 Maret 2010

Tags: , , , ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

Belum ada tanggapan untuk “Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM Wafat”

Silakan Beri Komentar