Pengawas UN Dicopot Karena Bawa Laptop dan Internetan

Setelah sebelumnya dua orang pengawas Ujian Nasional (UN) dicopot karena dinilai lalai memasukkan Lembar Jawab ke dalam amplom, Kamis (25/3) kemarin satu orang pengawas kembali dipecat karena diketahui membawa laptop dan internetan di dalam ruangan kelas pada saat ujian berlangsung.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Tim Pemantau Independen (TPI) DIY, Dr Sanawi, kemarin. Sanawi menjelaskan peristiwa memalukan tersebut dilakukan seorang guru SMK swasta di Jogja pada saat mengawasi ujian di sebuah sekolah SMK swasta di Jogja dalam penyelenggaraan UN hari terakhir untuk sekolah jenjang SMK Kamis kemarin.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Drs Syamsuri MM mengaku tak bisa berkomentar banyak. Meski begitu Syamsuri menyatakan pengawas bersangkutan akan mendapat sanksi tegas yakni tidak boleh menjadi pengawas dalam pelaksanaan UN tahun-tahun ke depan.

“Ya, gimana, kita sudah menghimbau dan memberitahu kalau pengawas tidak boleh melakukan kelalaian semacam itu, tapi kenyataannya hal itu tetap terjadi. Karenanya dalam penyelenggaraan UN tahun-tahun ke depan guru bersangkutan tidak akan kita usulkan lagi menjadi pengawas,” ujar Syamsuri kepada Bernas Jogja Kamis kemarin.

Lebih lanjut, anggota Tim Pemantau Independen (TPI) DIY, Dr Sanawi menyatakan dalam penyelenggaraan UN hari ke-empat Kamis kemarin juga ditemukan seorang siswa salah satu SMA swasta di Jogja yang didapati membawa HP berisi kunci jawaban. Temuan ini menjadi temuan pelanggaran ke 4 kalinya yang dilakukan siswa di wilayah Kota Yogyakarta dalam penyelenggaraan UN tahun ini.

Ketidakberesan penyelenggaraan UN pada hari ke-4 Kamis kemarin juga ditunjukkan dengan ditemukannya soal ujian salah satu mata pelajaran teori praktek SMK yang tertukar dengan soal lain. Peristiwa ini membuat penyelenggaraan UN sempat kalang kabut. Pasalnya, jumlah soal menjadi kurang atau tidak mencukupi untuk dibagikan kepada para siswa peserta ujian. Pihak penyelenggara pun terpaksa menggadakan soal dengan cara memfotokopi, sementara sejumlah siswa terpaksa menunggu hingga penggandaan tersebut selesai dilakukan.

Syamsuri mengaku menyesalkan hal tersebut. Syamsuri menilai hal itu sebagai bentuk kelalaian petugas percetakan dalam memasukkkan soal ujian. Karenanya, Syamsuri berharap pihak percetakan dapat introspeksi agar hal semacam itu tidak terulang kembali. Sementara saat ditanya apakah ada sanksi yang diberikan kepada pihak percetakan terkait masalah tersebut, Syamsuri menyatakan hal itu bukanlah wewenangnya.

“Kalau terkait sanksi, itu bukan wewenang kami. Namun, saya kira pasti akan ada tindakan yang diberikan untuk mengantisipasi permasalahan semacam itu di waktu-waktu ke depan,” ujarnya.

Sumber: Bernas Jogja, Jumat 26 Maret 2010

Tags: , , , , ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

Satu tanggapan untuk “Pengawas UN Dicopot Karena Bawa Laptop dan Internetan”

  1. April 22nd, 2010 at 14:05 | #1

    Kalau sanksinya tidak mengawas pada pelaksanaan UNAS berikutnya, saya rasa tidak berat.

Silakan Beri Komentar