UM UGM Diadakan Serentak di 13 Kota

Universitas Gadjah Mada (UGM) akan melaksanakan ujian tulis (utul) Ujian Masuk (UM) UGM pada Minggu (28/3). Ujian digelar serentak di 13 kota besar seperti DIY, Jakarta, Tangerang, Semarang, Madiun, Cirebon, Lhoksumawe, Palembang, Balikpapan, Bandar Lampung, Batam dan Mataram.

“Utul UM kali ini diikuti 46.617 peserta yang akan memperebutkan 4.000 kursi dari total 7.145 mahasiswa yang diterima UGM pada tahun ini,” papar Direktur Administrasi Akademik (DAA) UGM, Budi Prasetyo kepada wartawan di UGM, Kamis (25/3).

Dari jumlah ini, menurut Budi, UGM mengalokasikan beasiswa bagi 1.809 mahasiswa baru yang tidak mampu secara ekonomi. Beasiswa ini terdiri dari 500 beasiswa Bidik Misi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional, 309 beasiswa Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM) dan 1.000 beasiswa Sumbangan Pengembangan Mutu Akademik (SPMA).

Meski alokasinya cukup tinggi, namun dari pengalaman selama ini beasiswa tersebut tidak terserap seluruhnya. Setiap tahun, hanya sekitar 400-600 beasiswa yang dimanfaatkan mahasiswa baru, khususnya untuk program beasiswa SPMA. Sebab banyak calon mahasiswa yang memilih fakultas favorit dalam tes seleksi masuk UGM yang tingkat persaingannya cukup tinggi. Akibatnya, banyak calon mahasiswa yang mengikuti program beasiswa SPMA ini tidak lolos seleksi masuk UGM.

“Beasiswa yang tidak terpakai ini kami alokasikan ke program beasiswa lainnya karena banyak calon mahasiswa penerima beasiswa SPMA yang gagal masuk UGM karena kalah bersaing saat masuk ke fakultas favorit,” jelasnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, fakultas yang favorit di kalangan calon mahasiswa adalah fakultas kedokteran. Untuk tahun ini peserta ujian yang memilih fakultas itu mencapai 12 ribu orang. Padahal daya tampung di fakultas kedokteran UGM hanya mencapai 110-120 orang per tahunnya. Selain kedokteran, fakultas favorit yang banyak diminati calon mahasiswa antara lain fakultas Ekonomi, Ilmu Komunikasi dan Hubungan Internasional (HI). Perbandingan minat dan daya tampung untuk fakultas tersebut cukup tinggi. “Untuk kedokteran saja perbandingan bisa mencapai 1:100 orang, ini membuktikan persaingannya yang cukup tinggi,” ujarnya.

Padahal bila calon mahasiswa penerima beasiswa SPMA memilih fakultas lain yang tingkat persaingannya tidak terlalu tinggi, dimungkinkan mereka bisa lolos tes masuk UGM. Misalnya di Fakultas Peternakan, Pertanian dan lainnya yang juga membuka program beasiswa dan daya tampung yang cukup besar.

Sementara untuk mengantisipasi maraknya kasus perjokian, UGM membentuk tim bersama POLDA DIY untuk melakukan pengawasan. Selain itu bekerja sama dengan perguruan tinggi lain untuk menyosialisasikan pada masyarakat akan kewaspadaan akan kasus perjokian ini.

“Kami ingin melindungi hak masyarakat untuk bisa mendapatkan kesempatan yang sama masuk ke UGM melalui pengawasan yang ketat pada kasus perjokian,” ujarnya. Ditambahkan panitia Utul UM UGM, Agung Nugroho, untuk pelaksanaan Utul di DIY, UGM menggunakan semua fakultas di kampus itu. Selain itu meminjam tempat di UNY dan SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 3

Jumlah Peserta Ujian Tulis UM UGM

Berikut ini adalah daftar jumlah peserta dari masing-masing kota yang diselenggarakan UM UGM:

  • DIY: 24.667 peserta
  • Jakarta: 6.355 peserta
  • Pekanbaru: 3.309 peserta
  • BSD Tangerang: 2.219 peserta
  • Madiun: 2.053 peserta
  • Semarang: 1.991 peserta
  • Cirebon: 1.209 peserta
  • Lhoksumawe: 1.130 peserta
  • Palembang: 1.075 peserta
  • Balikpapan: 936 peserta
  • Bandar Lampung: 738 peserta
  • Mataram: 514 peserta
  • Batam: 421 peserta

Totalnya 46.617 peserta Ujian Tulis UM UGM

Sumber: Bernas Jogja, Jumat 26 Maret 2010

Tags: , , , , ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

Belum ada tanggapan untuk “UM UGM Diadakan Serentak di 13 Kota”

Silakan Beri Komentar