Biografi Alfred Jules Ayer Sang Positivis

Pada suatu hari di sebuah pesta Seorang pria hitam sedang mengganggu seorang wanita cantik berkulit coklat. Gadis berkulit cokelat memang cantik, langsing. Suatu hari nanti dia bisa menjadi supermodel yang terkenal, nama gadis itu Naomi Campbell. Pria yang mengganggunya besar, hitam, kuat dengan leher besar seperti beton. Nama pria ini adalah Mike Tyson, seorang juara tinju dunia. Pukulannya sudah bisa membawa orang melayang ke kerajaan tuhan, tetapi ada satu orang yang berani berdiri karena nampaknya dia tidak takut pada krajaan Tuhan atau semacamnya. Pria ini tua, berambut putih dengan tubuh kecil. Umur pria ini 77 Tahun, seorang keturunan Yahudi.

Sementara Naomi menyelinap pergi. Mike sang juara dunia berkata dengan lantang “Apa kau tak kenal siapa aku, aku ini juara dunia tinju kelas berat?” Pria tua ini nampaknya tak gentar. “Dan saya adalah mantan Profesor logika dari universitas Wykeham. Kita berdua jawara dalam bidang kita masing-masing. Jadi mari bicarakan ini secara rasional.”

Alfred Jules Ayer

Pria ini bernama Alfred Jules Ayer Teman-temannya yang kebanyakan orang terkenal, memanggilnya dengan sebutan Fredie. Seorang yang (nampaknya) ateis dan menganut filsafat analitis. Anak nakal ini lahir dari pasangan Louis Cypress Ayer, seorang Calvinis dan Reine seorang Yahudi-belanda. Seorang “outsider” di sekolahnya ini sudah akrab dengan Argumen-Argumen Russel sejak kecil.

Tahun 1929 dia belajar di Christ Church di bawah bimbingan Gilbert Ryle, yang menyarankan dia untuk membaca Tractacus. (Jangan tanyakan kepadaku kenapa orang ini bisa sekolah di Crist Chruch). Pada 1935 dia menyelesaikan buku “Language Truth and Logic” dan mulai memikirkan jalan karir lain yaitu sebagai Tap Dancer, yang tak jadi dia masuki. Pernikahan dengan Renee (1933) mulai rusak karena banyaknya perselingkuhan yang terjadi.

Saat perang terjadi dia dia mulai terlibat dalam kegiatan politik seperti jadi mata-mata di amerika dan bekerja membantu perlawanan di prancis sambil membaca-baca soal eksistensialisme. Setelah bekerja di militer dia kembali ke Inggris dan bekerja di Wadham College. Setelah itu menjadi profesor di University College. Kemudian dia mendapat Tawaran di TV Show BBC dengan judul “Brain Trust”, lalu Dia ke Bard College. Setelah itu keliling dunia melakukan rangkaian mengajar di beberapa tempat. Beberapa saat setelah perceraiannya dengan Dee Wells (Istri keduanya), dan menikah lagi dengan Vanessa Lawson, Renee (istri pertamanya) dan Anak perempuannya meninggal.

Salmon Asap pernah membunuh Ayer sekali, dia mati secara teknis tapi Ia bangkit lagi. Setelah itu dia digosipkan menemukan Tuhan, namun dia membantahnya. Dia benar-benar menutup mata 1989, di mana sekarang dia berada? Itu tak bisa diverifikasi.

Judul Ini Tak Bermakna

Pemikiran Ayer berkaitan dengan makna dari kata-kata kita. Dia menyatakan bahwa proposisi-proposisi metafisis sama sekali tidak bermakna. Ini disebabkan karena proposisi tersebut tidak dapat diverifikasi dan bukanlah prinsip Tautologi. Biar saya jelaskan sedikit.

Apa yang menyebabkan sebuah kalimat proposisi bermakna. Pertama tentu saja jelas dia mengacu pada sesuatu secara jelas. Misalnya pada kalimat “Patung liberty ada di Washington DC,” kalimat ini mengacu pada sesuatu secara jelas. Benar atau tidaknya kalimat ini bisa ditentukan apakah proposisi ini benar atau tidak. Berbeda dengan kalimat yang salah di bawah.

“Sekarang langit malam lebih segar daripada di luar,” kalimat ini tidak jelas mengacu pada apa. Maka tidak bisa ditentukan benar salahnya. Yang menentukan apakah suatu kalimat bermakna atau tidak adalah apakah suatu kalimat proposisi dapat diferifikasi atau tidak. Contoh kalimat yang pertama tentu bisa di ferifikasi karena bisa dibuktikan bahwa kalimat itu benar atau salah dengan melalui sebuah observasi. Kita bisa pergi ke Washington DC untuk melihat ada atau tidaknya Patung Liberti. Jadi kebermaknaan suatu kalimat ditentukan oleh bisa tidaknya dia diobservasi melalui Indra.

Di luar dari yang bisa diobservasi oleh Indra masih ada kalimat yang memiliki makna. Yaitu kalimat yang berkaitan dengan matematika dan logika. Kalimat-kalimat ini bermakna karena kalimat-kalimat ini tidak pernah melampaui realitas bahasa. Contohnya.

“1+1=2”

“segi empat adalah bangun yang memiliki empat sisi tegak lurus”

Ini menyebabkan dirinya dan Neo positivis lain memandang Remeh teologi,etika dan estetika. Proposisi-proposisi itu tak bisa dibuktikan. Misalnya adalah pernyataan : “Tuhan menciptakan dunia dalam tujuh hari, Tuhan itu tidak ada, semua orang harus saling mencintai, semua orang tidak boleh membunuh, lukisan ini sangat tinggi seninya, gadis itu sangat cantik.” Kalimat-kalimat ini tidak memiliki makna dan lebih bersifat emosi. Pernyataan agama (bahkan ateisme) tidak bermakna Tapi prinsip-prinsip ini memiliki batasan. Jika tidak demikian maka sebagian pernyataan-pernyataan Ilmu menjadi tidak bermakna, misalnya dalam Ilmu Sejarah. Kejadian di masa lalu tidak mungkin bisa diulangi kembali. Walau tidak bisa diobservasi lagi namun proposisi sejarah mengacu pada suatu kenyataan di masa lalu. Pernyataan macam ini bergantung pada kesaksian jadi masih merupakan observasi seseorang.

Jika prinsip awal diterapkan secara murni, maka keberadaan ilmu sejarah hanya dimungkinkan oleh keberadaan mesin waktu.

Pernyataan yang menyangkut masa depan yang jauh juga bisa diterima.

Misal pernyataan bahwa di suatu planet di ujung tata surya terdapat suatu kehidupan. Pernyataan ini bisa diterima karena ada kemungkinan untuk diadakan observasi suatu hari nanti. Walaupun observasi itu pada akhirnya tidak mungkin terjadi namun kemungkinan adanya suatu observasi dapat membuat suatu pernyataan menjadi bermakna.

Pernyataan yang lain yang diperbolehkan adalah pernyataan yang bisa diobservasi secara sebagian saja. Misal pernyataan “semua logam memuai” hanya butuh suatu observasi atas sebagian logam saja untuk menentukan maknanya karena observasi murni keseluruhan adalah tidak mungkin.

Biasanya pernyataan menyangkut nilai tidak bermakna karena tidak memberi pengenalan terhadap realitas(Bertens;2002) tapi dia juga menambahkan bahwa walau demikian kadang pernyataan itu penting secara emosional. Jadi pernyataan itu memiliki kepentingan emosional bagi orang yang bersangkutan.

Emotivisme yang Dikenal Sebagai Teori “BOO HURRAH”

Jika melihat teori di atas maka seluruh pernyataan etika tidak bermakna. Tapi dari mana asal pernyataan-pernyataan etika itu. Karena itulah Ayer mengembangkan apa yang disebut Teori Emotivisme-etis atau kadang juga dikenal dengan sebuatn teori “Boo Hurrah”.

Menurut Ayer Penyataan etis itu tidak lebih dari pengungkapan emosi kita terhadap sesuatu. Jika dijelaskan dengan mudah maka pernyataan “semua orang tidak boleh membunuh” itu artinya “*&%#$ membunuh” atau penyataan “kita harus berbuat baik” artinya “Horee berbuat baik”

Semua itu hanyalah sebuah pengungkapan perasaan kita terhadap suatu subjek. Karena hanya pengungkapan perasaan maka tidak bisa dipastikan kebenarannya. Karena itu pernyataan etis bukanlah pernyataan benar salah. Kira kira contoh penerjemahan kalimat mungkin seperti di bawah.

“tidak boleh membunuh” = “Huuu”

“Semua orang harus saling mencintai = “Horeee”

“Kamu tidak boleh berbuat begitu = “kamu sialan”

“Mencuri itu tidak baik” = “sebal”

Semuanya tidak bisa dicari benar atau salahnya. Karena itu semua hanyalah emosi. Ketika kita mengungkapkan sesuatu pernyataan etis menurut Ayer tak lebih dari mengungkapkan emosi terhadap sesuatu itu.

Kita melihat pencurian dan kita tidak senang maka kita menyatakan pencurian itu buruk. Sebaliknya jika kita merasa sesuatu itu baik maka kita menyatakan itu baik. Karena itu perdebatan etika sia-sia, karena bukan masalah benar dan salah. Tapi masalah perasaan.

Sebuah Kritik Terhadap Ayer

Ayer membatasi suatu pernyataan menjadi bermakna hanya apabila dapat diacu pada suatu observasi empiris. Akhirnya Ia juga membatasi bidang pengetahuan pada kebenaran empiris itu. Suatu pernyataan yang bersifat nilai dinyatakan sebagai pernyataan yang tidak benar atau salah.

Ada banyak kelemahan dalam teori Ayer ini, pertama apakah semua pengalaman harus direduksi pada observasi empiris saja. Bagaimana dengan pernyataan “saya kedinginan”? Sebenarnya kritik paling menghancurkan datang dari inti teori itu sendiri. Pernyataan yang dibuat Ayer tidak bisa diobservasi dan juga bukan tautologi. Dengan kata lain tulisan Ayer sendiri tidak bermakna. Jadi sejauh ini kita belajar bahwa pernyataan ini tidak bermakna.

Daftar Bacaan

  • pic = http://books.atheism.ru/atheists/ayer1.jpg
  • Bertens, Kees. 2002. Filsafat barat kontemporer Inggris Jerman. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  • http://plato.stanford.edu/entries/ayer/#2.2
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Emotivist_
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Alfred_Jules_Ayerethics
Tags: , , , , , , , , ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

Satu tanggapan untuk “Biografi Alfred Jules Ayer Sang Positivis”

  1. Melkj Iohanes
    May 2nd, 2010 at 17:47 | #1

    Nice…. : 😀

Silakan Beri Komentar