Machiavelli: Cara Menjadi Penguasa Dengan Kekejaman

Menurut Machiavelli Ada dua cara menjadi penguasa yaitu menjadi penguasa dengan menggunakan cara yang jahat, licik, kejam, ataupun keji, dan yang kedua menjadi penguasa atas persetujuan warga kota di tempat kelahirannya sendiri. Cara kedua merupakan cara yang biasa dipakai dalam demokrasi ketika seorang pemimpin dipilih atas dasar suara terbanyak dalam suatu negara. Kali ini akan diceritakan sebuah ilustrasi dari buku Il Principe yang bercerita tentang cara pertama, sebuah cara yang kejam.

Zaman dahulu kala ada seseorang dari Sicilia yang bernama Agathocles. Ia adalah orang yang bisa dibilang memiliki kedudukan rendah dalam masyarakat. Agathocles juga sangat miskin, tetapi dalam sejarah hidupnya Ia telah menorehkan tandanya dengan menjadi raja Syracuse.

Sebelum menjadi raja, dia hidup bagaikan seorang penjahat bukan sembarang penjahat, tetapi penjahat yang berani dan memiliki kekuatan fisik yang tinggi. Merasa dirinya kuat, dia pun mencoba untuk memasuki angkatan perang. Tidak disangka, dengan kekuatan dan keberaniannya, dia berhasil naik pangkat dengan cepat dan menjadi panglima pasukan perang. Agathocles memiliki pangkat dan kekuasaan yang tinggi, oleh karena itu dia menaikkan keinginannya untuk terus mempertahankan kedudukannya.

Agathocles menggunakan cara licik untuk mendapatkan kekuasaan lebih. Dia berusaha bekerja sama dengan Hamiclar yang merupakan pemimpin dari bangsa Carthago sekaligus seorang pemimpin pasukan perang yang pada saat itu sedang berada di Sicilia. Sebagai aksi dari rencana Agathocles, dia mengumpulkan rakyat dan senat Syracuse dengan dalih akan membahas masalah yang ada pada negara Syracuse. Setelah semuanya berkumpul, maka mulailah dia menjalankan rencananya yaitu membunuh para senator dan para warga yang dikenal sebagai orang kaya. Pembunuhan berhasil, Agathocles merebut dan memegang kekuasaan kota dengan mudahnya.

Sisi Kejam dari Agathocles

Setelah membaca cerita di atas dapat dilihat bahwa Agathocles memiliki kemampuan untuk bersikap kejam. Dia tidak hanya berani untuk menjadi jahat seperti memukuli atau menganiaya orang, tetapi juga melakukan perencanaan pembunuhan, konspirasi, penghianatan, dan perebutan tahta kerajaan.

Penyebab kejamnya seorang Agathocles dimungkinkan karena dia kecewa terhadap hidup miskinnya dan ingin mengubah segalanya dengan cara apa pun. Mungkin tidak hanya hidup miskin, tetapi juga hidup dalam penghinaan dan tanpa perhatian masyarakat. Oleh sebab itu, ada dendam pada dirinya entah pada siapa, tetapi dia memiliki tujuan hidupnya yaitu berkuasa.

Demikianlah cara menjadi penguasa dengan kekejaman menurut Machiavelli sang negarawan.

Tags: , , , , ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

3 tanggapan untuk “Machiavelli: Cara Menjadi Penguasa Dengan Kekejaman”

  1. March 13th, 2010 at 16:53 | #1

    Kalau sekarang masih begitu gak ya? Diliat dari kemajuan dan perubahan jaman, nampaknya ada lebih banyak cara untuk jadi penguasa. Nah, kalau misalkan seorang hacker yang superjenius trus bisa mengendalikan hidup mati sebuah stasiun pembangkit listrik or nuklir, apa dia blum dkategorikan penguasa yaaa Hidden power kali hee..:-)

  2. machiavelli
    March 22nd, 2010 at 11:13 | #2

    😉 setiap orang punya kelebihan dan kekurang masing2..dan dalam sejarah, kebanyakan kasus semua ilmuwan dan orang pintar selalu kalah oleh politikus yang jenius…ya kalau sang hacker jenius hanya mengandalkan kemampuan hackernya tanpa memahami politik ala machiallelli maka bisa jadi dia akan kalah juga…. 8)

  3. Cute
    November 10th, 2010 at 21:29 | #3

    hemm. .
    Ya betul. Biasanya orang yang selalu dihina, dicemooh, bahkan tidak diperdulikan dalam lingkungannya, dia akan terus bertahan dan berjuang sampai dia mendapatkan ambisi yang ia inginkan, menjadi seorang penguasa/Raja/Presiden. Dan karena dia hidup miskin, pastinya dia tahu seluk beluk tentang kemiskinan dan segala bentuk pelecehan masyarakat/kesimpangan sosial/bullying, dia akan menghapuskan segala bentuk diskriminasi seperti itu, ketika dia telah duduk bertahtakan sebagai seorang penguasa. . .
    ^_^

Silakan Beri Komentar