Fiksi: Sifat aprillins Sebagai Manusia

9 Februari 2010 – Ini bukan tulisan filsafat melainkan hanya deskripsi tentang diri Sang aprillins. Sebagai manusia aprillins juga memiliki sifat, sikap, dan tingkah laku seperti manusia lainnya. Percayalah bahwa aprillins adalah seorang manusia, tetapi bukan manusia yang jelas juntrungannya. Ia kadang muncul begitu saja tidak tahu kenapa, kadang ia mengambil alih segalanya, tetapi kadang pula ia bersikap layaknya manusia yang baik.

Sebuah legenda mengatakan aprillins lahir pada bulan April, tampaknya hal itu benar. Sang aprillins adalah seseorang yang selalu mengambil kesempatan, tidak pandang bulu, tidak pernah memikirkan orang lain, memiliki sedikit teman, tidak suka orang banyak, suka meneliti orang lain termasuk musuh, suka membunuh, dan tidak suka mengganggu. Kadang Sang aprillins membantu orang yang susah tetapi ia membantu bukan karena iba atau apa, tapi karena sedang menanamkan benih yang kelak dipetik dan memang karena ingin saja. Cukup sederhana tapi kompleks nantinya.

Ia memandang orang dengan caranya sendiri. Ia memperhatikan gerak-gerik orang ketika berbicara dan ia memperhatikan sampai ke dalam perasaan. Semua itu ditujukan untuk mengetahui siapa orang itu, bukan secara an sich memperhatikan. Semuanya bertujuan, sehingga tampaknya aprillins bisa memilih mana yang akan ia sukai atau yang tidak ia sukai. Diatur adalah hal yang sangat dibenci oleh aprillins, kecuali orang yang sudah “cocok” tidak ada seorang pun yang layak memberi aturan kepadanya.

aprillins tidak besar dengan perhatian, oleh karena itu tidak suka perhatian. Menurutnya, banyak dari segala perhatian merupakan gangguan karena banyak dari perhatian adalah tidak berarti dan kosong.. Secara diam-diam aprillins suka memperhatikan orang, tapi ia tidak suka terlalu berlebihan, ia hanya ingin memahami siapa itu manusia. Oleh sebab itu aprillins selalu menyiapkan banyak lubang berduri dan beracun di tempat yang tepat sehingga ketika orang ingin melewatinya, orang akan terjerumus dan mati pelan-pelan. Ia tidak suka melihat orang mati cepat, ia lebih suka menikmati orang yang melewatinya tersiksa sebelum mati.

Jika ditanyakan aprillins itu baik atau tidak? Itu tergantung bagaimana memperlakukannya dan tetap bergantung pada insting bahwa ia adalah “binatang buas”. Hari ini ia lucu seperti binatang kecil bertaring dan beracun yang sedang bercanda riang di kandangnya, tapi suatu saat ketika orang memberikannya makan dan mencoba bercanda dengannya, tidak menutup kemungkinan ia akan menggigitnya bahkan membunuhnya karena aprillins bukan binatang peliharaan yang mau untuk diatur disuruh duduk, berdiri, jalan ke sana, jalan ke situ, dan lain-lain. Sebagai rasa kasihan, aprillins tidak membunuh dengan memakai racunnya melainkan menyerang menggunakan taringnya dengan cepat sehingga yang diserang akan mati tanpa rasa sakit, itu hanya jika ia sedang merasa iba.

Kadang aprillins merasa tenang ketika kelelahan, ia membiarkan semuanya berjalan begitu saja sambil menunggu kematian, sayangnya kematian tidak kunjung menjemputnya. Ia merasa bosan menunggu kematian, maka ia mulai mencari lagi akan kehidupan sampai ia menemukan yang ia inginkan! Setelah ketemu maka ia akan merasa bosan beberapa saat kemudian dan kembali masuk ke dalam gua dan menunggu kematiannya untuk ke sekian kali. Dan, untuk kesekian kalinya pula ia bangun lagi untuk mencari kehidupan. Begitu seterusnya..

Tujuan besar dalam hidupnya tidak pernah ada. Ia hanya mencari makanan kecil untuk kebahagiaan, sederhana tetapi keterlaluan. Ia ambil semua yang kecil-kecil sehingga pelan-pelan “mereka” mati. Ia juga tidak suka diprotes, karena kebanyakan dari protes adalah kebodohan, bukannya tanda pintar. Ia suka protes tetapi tidak keluar dari kotaknya, ia tetap menjaga dan memperkuat wilayahnya, selain itu ia juga menjauh dari teritori orang lain, karena merasa itu bukan urusannya. Tak ada untungnya mengurusi orang lain yang jelas-jelas musuh, hanya perhatikan, cari kelemahan, pancing, cari kesempatan, dan bunuh..

Tags: , , ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.