Dua Aktivitas Mudah Mencegah Global Warming

28 Januari 2009 – Isu Global Warming tampaknya makin jarang muncul di siaran televisi Indonesia. Tampaknya global warming hanya menjadi tren sesaat saja, tetapi meski pun televisi jarang mengingatkan akan bahaya global warming tetap saja kita harus berkelakuan baik terhadap bumi. Beberapa bulan sebelumnya saya telah menuliskan Jangan pedulikan pemanasan global! Pedulikan bumi! Tetapi saya tidak tahu apakah ketika global warming mulai kurang mendapat perhatian, apakah secara otomatis kepedulian terhadap bumi juga berkurang? Tentu keduanya merupakan variabel yang berbeda.

Saya curiga, jangan-jangan ketika global warming sudah berakhir (teratasi) kepedulian terhadap bumi juga berakhir. Di sini saya mencoba untuk berpikiran baik saja bahwa semua orang yang peduli global warming juga peduli terhadap bumi. Jangan sampai ketika global warming berhenti orang malah makin gila dalam melakukan illegal logging.

Mengapa saya memberi judul dua aktivitas mudah dalam mencegah global warming? Kenapa tidak dua aktivitas peduli terhadap bumi? Ini karena kata global warming lebih populer di Google, kalau saya pakai judul tersebut nanti tulisan saya jarang yang baca donk :oops:. Langsung saja kepada dua aktivitas untuk mencegah global warming merajalela di bumi tercinta ini.

Sayur Jangan Dibuang! Dimakan Nak!

Makanlah sayur lebih banyak selain sayur mengandung anti-oksidan tinggi yang baik untuk kesehatan, sayur secara tidak langsung dapat membantu pencegahan global warming.

Fakta dan argumentasi yang menarik dikemukakan oleh Larry West bahwa dengan memakan sedikit daging dan sayur lebih banyak akan melestarikan lingkungan lebih dari yang dikira. Menurut West, memakan daging, dan telur memicu global warming lebih jauh lagi, karena memelihara hewan ternak untuk dimakan akan menimbulkan gas emisi rumah kaca lebih ketimbang dengan menanam sayur. Laporan pada tahun 2006 dari University of Chicago, menyatakan bahwa memiliki pola diet sehat dengan memakan sayur lebih banyak akan lebih efektif mengurangi global warming dibandingkan dengan mengganti mobil dengan hybrid car (Larry West).

Sekedar tambahan bahwa saya belum pernah sakit demam atau flu selama 10 bulan terakhir, yang saya lakukan hanya menambahkan sayur dalam menu makan saya lalu memakan sayuran tersebut sampai habis setiap makan. Mau tahu sayur apa yang paling banyak saya makan? Sayur magic tersebut adalah daun singkong.

Cegah Anggota Keluarga dan Teman Membuang Sampah Sembarangan

Mulailah dari orang yang terdekat, karena mereka biasanya akan lebih memperhatikan dibandingkan jika yang mencegah adalah orang lain. Betul! Cegahlah anggota keluarga mulai dari anak, kakak, adik, saudara, ibu, ayah, om, tante, kakek, dan nenek jika mereka hendak membuang sampah sembarangan, namun jika sudah terlanjur terbuang pungutlah sampah tersebut dan buanglah ditempat yang seharusnya, niscaya kebaikan seperti ini mendapat perhatian dari yang bersangkutan. Begitu juga dengan teman, cegah saja, niscaya mereka akan lebih memperhatikan.

Sebaiknya tidak usah mencegah atau menegur orang lain yang tidak dikenal jika ia ingin membuang sampah sembarangan karena bisa jadi ia akan tersinggung dan marah. Jika benar-benar peduli, pungutlah sampah yang telah ia buang dan masukkan ke tempat sampah, ini akan lebih efektif karena, jika ia melihat, tentu ia akan menyadari dan malu karena telah membuang sampah sembarangan.

Sekianlah aktivitas yang bisa mencegah global warming merajalela dalam kehidupan kita di bumi ini. Be aware..

Tags: , , , , , ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

8 tanggapan untuk “Dua Aktivitas Mudah Mencegah Global Warming”

  1. January 28th, 2010 at 19:34 | #1

    baru tau Aprill doyan daun singkong,…
    entar kalau mampir di kebun saya boleh ambil segerobak deh…..

  2. January 28th, 2010 at 21:26 | #2

    Iya nih, sayuran mahalnya minta ampun di eropa. ini kok malah di buang2 di indonesia.

    aku pernah gak bs tidur semalaman gara2 aku pernah buang botol plastik di jalanan karena dalam keadaan panik waktu itu. rasanya kok seperti bersalah sekali dan menunjukkan kalo aku sembrono. swear deh.

    kamu cocok deh kalo tinggal di luar negri; peduli lingkungan.

  3. January 28th, 2010 at 21:52 | #3

    @Setiawan
    iya pak iwan.. tapi kayaknya ga segerobak deh.. itu TERLALU (kata bang roma) euheuheue..

    @JengSRi.com
    sayuran di sono mahal yah..? hueheuheu beruntung deh di INdonesia.. tapi kalo daging mahal ga? soalnya saya juga suka daging..h u huhueheue 😯

    waduh kenapa tuh bisa sampe buang botol?? pasti ada kelabangnya yah..

    wah luar negerinya di mana dulu nih.. heuheueeu :mrgreen:

  4. January 28th, 2010 at 22:16 | #4

    aduh promosi mulu suka daging. iya ntar dimasakin :mrgreen:

  5. January 29th, 2010 at 12:06 | #5

    nah itu yang simpel aja kadang ga semua orang mau ngelakuinnya

    minta daun singkong dong
    mo bikin sayur ubi tumbuk pake kincung
    plus sambal belacan

  6. January 29th, 2010 at 18:59 | #6

    wakakakakaka…
    kayaknya ngumpul semua nih… lagi reunian.

  7. January 29th, 2010 at 19:21 | #7

    @JengSRi.com
    heuheueh tapi daging yang halal aja ya.. 😆

    @attayaya
    ga semua orang memang tidak melakukannya karena kurang sadar aja.. ntar kalo sudah sadar barulah.. heuehuehue.. 😯

    @setiawan
    iya ngumpul.. hheheehhe.. kumpul sambil makan singkong :mrgreen:

  8. hanako
    January 29th, 2010 at 19:36 | #8

    nanti koko mau buang sampah sembarangan aaaah….. 😆

Silakan Beri Komentar