Kecerdasan Emosi Dengan Agresivitas Pada Remaja

Dewasa ini, kekerasan remaja banyak menyita perhatian masyarakat Indonesia. Dominasi dan kekuasaan ingin ditunjukkan melalui perilaku dalam wilayahnya. Mereka tidak segan melukai bahkan menghilangkan nyawa manusia yang berseberangan dengan kelompoknya. Menurut Purwaningsih, mahasiswi psikologi yang lulus tahun 2007, kekerasan remaja mencapai tahap mengkhawatirkan karena sudah dianggap biasa. Riset Purwaningsih merupakan manifestasi kekhawatiran terhadap kekerasan yang terjadi di Indonesia. Penelitian dengan judul Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Perilaku Agresif pada Remaja ini mengambil responden sebanyak 107 siswa remaja putra dan putri berusia lima belas sampai delapan belas tahun di sekolah SMUN 1 Bawang Banjarnegara. Metode skala digunakan Purwaningsih untuk mencari korelasi antara kecerdasan emosi dengan perilaku agresif remaja.

Purwaningsih menemukan fakta bahwa terdapat korelasi antara perilaku agresif dengan kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi sangat mempengaruhi cara berpikir mereka. Pengelolaan kecerdasan emosi diperlukan oleh remaja, sebab agresivitas sering muncul secara spontan, Agresif, oleh penulis, diartikan sebagai sebuah tingkah laku kekerasan secara fisik, seperti penganiayaan, atau pun secara verbal melalui umpatan-umpatan atau pun vandalisme. Semua ini bukan tanpa sebab, remaja yang sedang mengalami transisi perubahan fisik dan psikologi yang dialami akan mempengaruhi kondisi emosinya. Emosi, menurut peneliti, merupakan suatu wilayah perasaan dari lubuk hati, naluri tersembunyi, dan sensasi emosi.

Ada pun kecerdasan emosi yang diartikan sebagai kemampuan dalam mengolah atau mengendalikan emosi agar tidak melumpuhkan kemampuan berpikir kritis. Kecerdasan emosi memegang peranan penting dalam membangun hubungan interpersonal yang baik dengan lingkungan. Tidak dapat dipungkiri, keadaan hati mempengaruhi tindakan seseorang. Jadi, hal tersebut sesuai dengan hipotesis yang berbunyi terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dengan perilaku agresif pada remaja.

Kemampuan empati yang dimiliki remaja akan membantu kecerdasan emosi dalam berinteraksi. Jika seseorang terbuka pada emosinya sendiri, maka ia akan dapat membaca perasaan orang lain dan memahami perbedaan antar individu. Menurut Goleman (2003), koordinasi suasana hati adalah inti dari hubungan sosial yang harmonis. Apabila seseorang pandai menyesuaikan diri dengan suasana hati individu lain, ia akan memiliki tingkat emosional yang baik sehingga lebih mudah beradaptasi dalam pergaulan sosial serta lingkungan daripada seorang yang tidak.

Diedit dan disadur dari Balairung Koran UGM Edisi 126 Hal. 9

Tags: , , , , ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

4 tanggapan untuk “Kecerdasan Emosi Dengan Agresivitas Pada Remaja”

  1. January 23rd, 2010 at 04:48 | #1

    lagi cari artikelmu ttg dofollow. dimana ya

  2. January 23rd, 2010 at 16:03 | #2

    @fanny
    hehhe artikel dofollow kayaknya belum ada.. ­čśÄ

  3. nur janah
    May 17th, 2010 at 12:12 | #3

    boleh tau referensinya???? wat bahan skripsi ni… tolong ya…??? kirim ke emailku aja. matur nuwun…

  4. salwa hasanah
    November 20th, 2012 at 00:17 | #4

    terima kasih telah mempermudah dalam pengerjaan tugas saya. semoga allah membalas nya.

Silakan Beri Komentar