Tips Web Developer dan Kontrak Proyek

Web Developing merupakan pekerjaan bagi seorang Web Developer. Web Developing kalau di bahasa Indonesia-kan secara harafiah yaitu Pengembangan Jejaring tetapi tentu ini tidak cocok, yang cukup mewakili sebagai artinya adalah Pembuat Website atau Pengembang Website. Pekerjaan ini dapat dikatakan sebagai ladang uang yang cukup baru di Indonesia mengingat era Internet mulai unjuk gigi. Coba kita lihat fakta berikut:

  • Berbagai provider telepon seluler sudah menyediakan berbagai modem untuk koneksi Internet dengan harga yang cukup murah, contohnya produk SMART, Im2, TelkomFlash, dan lain-lain.
  • Telkom Speedy dengan tagline speed that you can trust sudah menurunkan tarif serta mengadakan revolusi paket Internet.
  • Domain name sudah murah! Mulai dari ekstensi .com, .net, .org, bahkan kalau untuk domain Indonesia seperti web.id, co.id, dan ac.id disediakan dengan harga yang cukup murah berkisar antara Rp.40.000 sampai dengan Rp.130.000 per tahunnya. Kalau ingin membeli domain atau hosting silakan menuju dracoola.
  • Penyedia hosting rata-rata sudah memakai CPanel, sehingga memudahkan dalam pembuatan website. Fantastico sebagai salah satu aplikasi dalam CPanel memberikan jalan pintas dalam membuat website secara instan mulai dari pembuatan forum dengan PHPBB, blog dengan BE WordPress, e-commerce dengan OSCommerce, dan masih banyak fitur lainnya.

Berbagai penurunan harga dan mudahnya dalam membuat website membuat harga pembuatan website atau web development menjadi lebih kompetitif alias lebih murah. Inilah yang membuat para web developer harus meningkatkan kemampuan teknis mereka untuk memenangkan persaingan. Siapa yang memiliki skill tinggi dan harga yang murah dialah web developer yang akan teken kontrak proyek.

Bagi klien besar seperti pemilik usaha yang penjualan per tahunnya sampai puluhan atau ratusan milyar, tentu akan memakai jasa web developer tingkat atas yang lebih profesional, memiliki organisasi dan sudah memiliki nama serta kredibilitas tinggi. Lalu bagaimana dengan single fighter web developer yang mengerjakan sebuah website tanpa bantuan orang lain? Tentu mereka harus mencari klien yang sesuai dengan kemampuan sang developer. Sayangnya seringkali web developer semacam ini mendapat permintaan yang begitu bervariasi alias menyulitkan dari klien, tetapi memang harus dipenuhi. Parahnya lagi ketika sudah dipenuhi sang klien berubah pikiran dan meminta lagi upgrade atau fitur tambahan pada calon website miliknya.

Duka Web Developer

Ilustrasi di atas menggambarkan perasaan single fighter web developer. Sang klien menghubungi si web developer dan mengatakan bahwa ada tambahan fitur dan deadline pengerjaan websitenya maju. Tentu saja web developer di atas kelabakan dalam menghadapi kejadian yang tidak dikira-kira tersebut akhirnya dia menghubungi kliennya dan mengatakan bahwa pengerjaan fitur tambahan memerlukan waktu yang lebih. Klien menjawab dengan santainya “Ahhh, tidak apa-apaa.. Website-nya akhirnya gak kita pake juga sih… Haahahaaahaha..” Betapa kesalnya sang web developer.

Tips Web Developer

Tips ini sebaiknya diperhatikan oleh web developer khususnya yang single fighter.

  • Klien adalah akar dari popularitas sekaligus akar dari bad reputation. Seorang web developer akan menjadi lebih dipercaya dan menjadi referensi apabila telah menyelesaikan website dengan baik. Tetapi jika sebaliknya maka ini akan menjadi bola salju reputasi buruk yang menggelinding terus menjadi besar dan sulit untuk menghentikannya. Oleh karena itu klien harus diperhatikan baik-baik apa maunya, jangan membenci klien karena ini bisnis Anda.
  • Buatlah kontrak hitam di atas putih kalau perlu memakai materai. Kontrak dibuat dengan rinci dan sejelas-jelasnya sehingga menciptakan suasana yang fair antara web developer dan klien. Dengan kontrak ini masing-masing pihak akan mudah mengintrospeksi jika suatu saat menyebabkan suatu masalah. Jadi kedua belah pihak tahu betul di mana kesalahannya, apa yang dilanggar dari kontrak, dan apa konsekuensinya.
  • Berilah bonus atau ide yang dapat memudahkan pekerjaan web developer sekaligus dapat menyenangkan klien lalu presentasikan secara singkat!
  • Bersikap tegaslah merujuk kepada perjanjian kerja atau kontrak proyek yang telah dibuat. Jangan terlalu lembek karena jika memiliki pekerjaan 10 website satu perubahan berupa tambahan mau pun pengurangan akan memakan waktu khusus yang berimbas pada pengerjaan website yang lain, dengan kata lain rencana buyar.

Sekian tips dari saya semoga banyak membantu para web developer :mrgreen:

Credit to Kappachan for illustration

Tags: , , , , ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

4 tanggapan untuk “Tips Web Developer dan Kontrak Proyek”

  1. January 15th, 2010 at 14:51 | #1

    hehehe. resiko bekerja bang. itung2 asah keprofesionalan kalau banyak klien yang tidak menghargai jerih payah.

    yuk ah semangat

    • January 15th, 2010 at 14:58 | #2

      wew.. pertamax terus nih.. Bu Sri.. eheheh btw terima kasih atas saran dari Bu Sri.. heuehuehu 🙂

  2. Seto
    November 30th, 2010 at 05:20 | #3

    Ada contoh surat kontrak nya ga ya..?? :’)

  3. webmaster
    December 23rd, 2010 at 17:19 | #4

    CORRECT : THE MAXIMUM SGHARE IS 40% = 5.000.000.000 rp .

Silakan Beri Komentar