Asas-Antropis

Mari kita mengadakan sebuah percobaan sederhana.

Cobalah berdiri di luar pada saat bulan purnama pada suatu malam yang cerah. Kau akan melihat bulan yang bulat dan kuning di sana, kau yakin bahwa bulan ada di sana, sangat amat yakin. Sekarang coba tutuplah matamu, apakah kau yakin bahwa bulan tadi masih ada di sana? Jika ya dari mana kau mengetahuinya? Kau tak bisa melihat, mendengar apalagi meraba? Bagaimana kau bisa yakin jika tiba-tiba bulan dicuri seseorang? Tidak, kita tak bisa mengetahuinya. Kita tak bisa mengetahui apakah bulan itu ada atau tidak.

Dengan kata lain keberadaan bulan ditentukan oleh keberadaan manusia yang melihat bulan. Bulan akan hilang, jika manusia berhenti melihat bulan!

Inilah yang disebut sebagai prinsip antropis. Prinsip yang mengatakan bahwa Alam semesta seluruhnya beserta isinya ada karena manusia yang melihatnya. Prinsip ini terutama terinspirasi oleh filsuf Jerman bernama Liebniez yang berprinsip “Esse Est Percivi” yang artinya kurang lebih “ada sebagaimana dia di-indra”. Menurut Leibniz keberadaan jagad raya ini hanyalah sejauh penangkapan manusia, dunia adalah semacam gelombang penangkapan indrawi. Jadi semuanya hanya sejauh kau bisa melihatnya, jika tidak kau lihat maka dia hilang begitu saja. (Liebniz menambahkan pengecualian hal itu tidak dilihat pula oleh errr.. Tuhan).

Tentu saja teori ini adalah teori yang spekulatif, Teori ini tak bisa dibuktikan kebenarannya juga tidak bisa dibuktikan ketidakbenarannya. Tapi tentu saja teori ini membawa permasalahan jika diterapkan dalam ilmu pengetahuan. Misalnya saja “gravitasi”,

Apakah gravitasi ada?

Kau bisa menjawab “Ya”.

Apakah gravitasi masih ada jika Newton tidak pernah menemukannya?

Kau bisa menjawab “Ya”, kau bisa menjawab “tidak”, tapi kita tak pernah bisa membuktikan apakah gravitasi itu ada atau tidak jika manusia tak pernah memikirkan konsepnya.

Kita tak pernah bisa membuktikan hal itu, karena kita bahkan tidak mengetahui apakah gravitasi itu. Gravitasi tidak pernah ada.

Yang menarik adalah bahwa alam semesta yang kita lihat sekarang ini mendukung teori ini. Aneh sekali bahwa alam semesta ini memiliki susunan yang begitu pas untuk berlangsungnya kehidupan manusia di sana. Jarak dengan matahari, susunan zat, kekuatan gravitasi semuanya sangat pas untuk mendukung kehidupan manusia. Hanya sedikit saja meleset dari perhitungan maka kehidupan, tidak akan muncul dalam alam ini, terutamanya manusia.

Alam seakan merupakan panggung khusus yang diciptakan untuk manusia. Lebih jauh menurut asas Antropis bahwa alam menjadi demikian karena manusia yang melihatnya. Alam semesta ini juga mengembang karena manusia semakin berkembang pula. Alam semakin luas dan semakin luas karena kita manusia semakin “berevolusi” baik dalam pemikiran mau pun peralatan. Kita memperlebar jagad raya ini.

Sayangnya sama seperti bahwa kita tak bisa membuktikan prinsip antropis salah kita tak bisa membuktikan bahwa prinsip antropis benar. Dengan kata lain prinsip antropis adalah teori spekulatif yang menarik, bersanding bersama teori-teori filsafat memusingkan lain yang tidak bisa dibuktikan secara empiris.

Jika, kita bisa beranggapan bahwa ruangan sebelah tidak ada karena kita tidak melihatnya. Sama seperti apakah pengarang tulisan ini masih ada ketika anda berhenti membaca tulisan ini? Sama seperti bulan ketika kita menutup mata?

Percaya saja…

Tags: , , , , , , ,

AUTHOR

# Bisa dibilang filsuf bisa juga dibilang wong sableng...

24 tanggapan untuk “Asas-Antropis”

  1. October 24th, 2009 at 02:48 | #1

    wah, jgn ampe hilang dong bulannya. saya kan suka memandang bulan.

    • October 24th, 2009 at 03:26 | #2

      hueheueh.. kata teman saya itu kalau tutup mata ya bulannya hilang.. heheh

  2. October 24th, 2009 at 06:45 | #3

    Kayaknya butuh teori yang lebih ‘dasyat’ deh biar aku lebih bisa percaya…

    • October 24th, 2009 at 15:43 | #4

      heheheh.. ini sebenernya udah dasyat dan logis kok.. dipraktekkin pun bisa.. hehehehee..

  3. October 24th, 2009 at 06:58 | #5

    Itu pemikiran Komunias, jadi inget humor tentang Guru yang mempunyai faham ini, bisa dibaca disini, hahhaaa…

    saya sangat tidak setuju dengan faham ini! dan saya percaya kalo mas aprillins masih ada, wong tadi abis maen ke gubug saya, hihiiii

    • October 24th, 2009 at 15:48 | #6

      wew.. siapa tau aja yang main ke blognya mas andri itu adalah teman saya.. .ehehehee.. oh iya ngomong2 ini bukan tulisan saya loh.. tapi tulisan teman saya… foto authornya aja beda.. ehheheeh 🙂

  4. October 24th, 2009 at 06:59 | #7

    koreksi, bukan Komunias tapi Komunis…

  5. October 24th, 2009 at 09:01 | #9

    Lha manusianya saja pernah sama sekali tidak ada….bulan juga sama sekali pernah tidak ada……
    Lha terus disaat bulan dan manusianya nggak ada gimana?…
    🙂

    • October 24th, 2009 at 15:38 | #10

      kayaknya kalo itu jadi pusing deh.. heuheuehuee.. soalnya sama sama ga ada.. hhehehe.. TUhan belum buat..

    • October 25th, 2009 at 18:47 | #11

      buwel lagi terserang penyakit males ngeblog is…..heheheheh…males updet…

  6. quinie
    October 27th, 2009 at 00:06 | #12

    is, sekarang blog lu ada banyak author ya? kalo yang ini kok bukan lu yang nulis sih? btw, gua boleh ikutan curhat dimarih ga? xixixix *merusak tema* xixixixi

    • October 27th, 2009 at 01:07 | #13

      itu namanya cari ribut sama sayah kalo nulis curhat.. tapi kalo nulisnya tentang filsafat ya gapapa kok ehuehuehe.. filsafat aja.. tentang pandanganmu dalam melihat sesuatu.. misalnya dalam melihat kodok pandanganmu gimana.. dalam melihat kehidupan.. dan lain lain

  7. October 27th, 2009 at 01:46 | #14

    ambilkan bulan bu
    ambilkan bulan bu
    yang slalu bersinar
    dilangit

    di langit bulan bercahya
    cahyanya sampai ke bintang

    ambilkan bulan bu
    ambilkan bulan bu
    yang slalu bersinar
    dilangit

    lagu anak

  8. October 29th, 2009 at 09:56 | #15

    kok perasaanku ada orang yang tiap hari ngganti timplet

  9. November 2nd, 2009 at 06:19 | #21

    Disaat saya menulis koment ini saya yakin,… owner blog pasti lagi berada ditempat.
    Cuman tempatnya saya nggak yakin dimana……

  10. January 4th, 2010 at 16:40 | #22

    hmmm…mgkn dari azas antropis inilah pemikiran atheis muncul yaaaa

  11. lee
    July 30th, 2010 at 12:23 | #23

    bukan, paham atheis muncul sama awalnya dengan konsep ketuhanan…

  12. October 8th, 2011 at 09:43 | #24

    pelajaran kox gk seesai selesai toooooooooooooooooowwwwww keburu laperrrrrrrrrrrrrrrrrr and duwe knco kyo celeeng kbh mbajrng kq n bajingzeng

Silakan Beri Komentar