Tulisan Pacar Saya: Anak kecil itu bernama IMRAN

Ini adalah tulisan yang saya copas diam-diam dari note di facebook pacar saya selamat membaca..

Mungkin dia tak pernah tahu,ak slalu memperhatikannya,mungkin ia tak pernah menyadari,ak hampir slalu tahu ap yg dia lakukan dalam keseharianny. Yah,pria kecil itu memang punya keluarga lengkap bahkan berkecukupan,dia seorang pendiam br menginjak kelas 3 SD,dia memang terbilang masi kecil,tp ak tahu jalan pemikiranny sangat dewasa,dia begitu menyayangi orang tua dan kakaknya,meski hal itu tak pernah dia katakan,bakat melukisnya sejak kecil sudah terlihat hanya saja orang tuanya tak sadar akan hal itu,dalam hal kasih sayang ia slalu d nomor duakan oleh orang tuanya,karna d mata orang tuany kakaknya adalah kebanggaan utama yg slalu unggul hampir d segala bidang,sedangkan dia ibarat anak kecil yg masih polos bahkan d anggap tidak memiliki kemampuan apa pun.

Sampai suatu hari dia menulis surat atas nama orang tua ke sekolahnya,bahwa ia sakit(sesungguhnya dia seharian itu berjalan sendiri tanpa arah karna ia merasa begitu kesepian),tanpa ia sadar pihak sekolah mengirim surat tersebut ke rumahnya. Sudah pasti saat ayahny membaca surat dr sekolah seperti biasa dia kena marah bahkan tamparan(hal itu membuatku menitikkan air mata). Sedikit kesalahan yg dia perbuat merupakan kesalahan besar d mata ayahnya,tp anak kecil itu hanya diam dan diam. Selanjutnya dia d kirim ke SLB jauh dr keluarga(bayangkan anak seusianya yg pd kenyataanny normal,padahal yg dia butuhkan hanya kasih sayang dan perhatian). Kemarahannya,rasa sayangnya,kekecewaannya,

kesedihanny dan semua yg ia rasakan,hanya dia ekspresikan lewat lukisan,imajinasinya sungguh d atas rata-rata. Tiap akir pekan biasany dia d jenguk,tp lama kelamaan dalam sebulan hampir tidak pernah,orang tuanya sibuk mengurusi semua kegiatan kakaknya. Saat akhir pekan tiba ia merasa senang,karna akan bertemu ibunya,ia slalu menunggu kedatangan ibunya akhir pekan d pintu gerbang asramanya,tp kian minggu ia slalu mendapat kekecewaan,kini d usianya yg masih kecil ia harus mandiri mengurus dirinya sendiri. Suatu hari,salah satu guru d SLB tersebut menyadari kenormalan dan bakat anak kecil itu,perlahan guru itu mendekatinya dan sungguh takjub terhadap bakatnya,berkat kecerdasan gurunya,perlahan dia mau membuka diriny meski pun hanya sedikit. Tak lama dr itu,guru tersebut menemui orang tuanya dan menceritakan semua tentang kondisi serta keadaan anaknya,sampai orang tuanya pun tersadar dan menyesali kesalahannya selama ini. Namun,anak itu menjadi enggan bertemu orang tuanya,ia lebih senang tinggal d asrama karna merasa d hargai dan d perhatikan d banding d rumahnya. Berkat bujukan sang guru,ia mau mengikuti lomba lukis,saat melukis ia memisahkan diri dr kerumunan teman2nnya. Tanpa d duga ia melukis dirinya sendiri yg sedang d selimuti kesepian yg tak terhingga(sungguh dgn melihat sekilas saja,ak mampu merasakan kesepiannya dan lagi2 ak menitikkan air mata). Lukisanny tersebut mengantarkan ia menuju kemenangan dan saat penghargaan ia terima,tanpa sepatah kata pun ia menangis se-jadi2nya sambil memeluk guru kesayangannya. “kisah ini masih berlanjut,karna ak belum bertemu dgn anak kecil itu lg”

Tags: , , ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

5 tanggapan untuk “Tulisan Pacar Saya: Anak kecil itu bernama IMRAN”

  1. quinie
    August 7th, 2009 at 06:15 | #1

    pertamax kaah?

  2. quinie
    August 7th, 2009 at 06:15 | #2

    kok pake moderasi si sekarang?

  3. August 7th, 2009 at 09:45 | #3

    Pacarnya is, siapa sih….hihihihihi

  4. August 7th, 2009 at 10:45 | #4

    Huhu… jadi terharu…

    memang, yg namanya kasih sayang orang tua itu sangat berharga bagi anak…

  5. August 10th, 2009 at 00:12 | #5

    @ buwel : jangan ngeliatin sayah gitu dongg.. huahahaha…
    @ is : publish dong kekasihmu itu :p

Silakan Beri Komentar