Ilmu Filsafat Berbeda Dengan Filsafat

Jarang disadari bahwa ilmu filsafat berbeda dengan filsafat itu sendiri. Filsafat seperti yang sudah diketahui menjadi sebuah pemikiran tanpa batas waktu, dapat didebat kapan saja boleh tidak disetujui, boleh dikaitkan dengan konteks lain, dan boleh diterapkan oleh siapa pun yang berminat. Filsafat, dengan demikian, menjadi tidak “sistematis” tetapi bukan berarti dapat dikatakan bahwa filsafat tidak bisa diusahakan menjadi sistematis.

Coba ketika berpikir tentang apa makna hidup ini, banyak orang bisa berpendapat berlainan atau saling berlawanan. Jika saya seorang oportunis maka saya bisa menganggap hidup ini adalah seperangkat alat untuk meraih kesempatan untuk menjadikan hidup lebih baik lagi bagaimana pun caranya. Jika saya seorang pemabuk cinta maka saya bisa menganggap hidup ini ditujukan untuk mendapatkan cinta sebanyak-banyaknya dari seluruh makhluk di bumi ini dan menyebarkan cinta kepada orang lain demi hidup yang damai dan penuh cinta. Orang bisa berandai-andai dan memiliki filsafat hidupnya sendiri sesuai dengan pengalaman dan pemikirannya sendiri, ini merupakan sebuah alasan mengapa dapat dikatakan bahwa filsafat seperti ini menjadi tidak “sistematis”.

Landasan teori dalam penelitian filsafat apakah itu perlu? Kan filsafat bersifat bebas, memakai teori diri sendiri pun tidak menjadi masalah kan? Memang benar misalnya seseorang yang tidak terkenal, atau bahkan seorang gelandangan memiliki filsafat hidupnya sendiri pun dapat dijadikan teori tersendiri. Supaya dapat dibedakan maka harus diperhatikan antara, misalnya, “teori etika Joseph Butler” dengan “teori etika si Mardjo” atau “teori etika saya pribadi”. Dari ketiga teori tersebut tentu dapat ditebak kira-kira mana yang patut dan pantas dipakai dalam bidang akademis yaitu teori etika Joseph Butler. Meski pun teori etika si Mardjo dapat dipakai di dalam penelitian filsafat tetapi itu tidak layak saja, apa sebabnya?

  • Teori etika si Mardjo tidak atau belum memiliki dasar logis, misalnya Mardjo mengatakan hidup adalah uang, maka pertanyaan lanjutannya adalah kenapa? Apa dasarnya?
  • Teori etika si Mardjo tidak atau belum didokumentasikan / dipublikasikan sehingga misalnya Mardjo pada tanggal 1 Desember 2012 mengatakan “dunia akan kiamat tanggal 35 Januari 2020”, Mardjo pun berhak meralatnya dengan mengatakan “kemarin itu penyakit ayan saya sedang kumat, tanggal kiamat yang benar itu adalah 1 Maret 2012”, begitu pun seterusnya. Jadi apabila teori Mardjo digunakan dalam penelitian, mungkin si peneliti akan kesal dan menampar Mardjo tepat di pipinya 😎 selain itu peneliti membuang-buang waktunya. MUNGKIN, Mardjo memang benar-benar berfilsafat tetapi filsafatnya bisa jadi tidak memiliki tanggung jawab dan kontribusi yang besar bagi penelitian.
  • Kira-kira mana yang akan dipandang logis dan masuk akal oleh teman-teman, dan para dosen: teori etika Mardjo atau teori etika Joseph Butler? Jangan pikir dengan “ah.. bisa saja teori etika Mardjo dipakai..” itu merupakan hal yang dungu, tapi pikir dengan akal sehat.

Inilah yang dapat menjelaskan mengapa ada istilah ilmu filsafat dan itu dibedakan dengan filsafat secara an sich. Dengan ini Ilmu filsafat membahas tentang berbagai teori yang sudah matang, mengaitkan teori dengan fakta yang ada (kondisi sosial, agama, politik, budaya, dan ekonomi), membandingkan antar teori, mengkritik teori dan memberikan solusi kepadanya. Jika penjelasan tersebut masih terlalu abstrak untuk dipahami maka silakan menyimak contoh berikut:

  • Teori Utilitarisme Thomas Aquinas Dalam Politik Amerika, di sini jelas bisa ditanyakan apakah Thomas Aquinas membicarakan tentang prinsip kegunaan (utilitarisme)? Jika tidak, maka jelas judul ini merupakan judul yang tidak sah dan dapat ditertawakan karena merupakan karangan sembarangan belaka. Jika ya, dapat ditanyakan lagi di mana letak teori tersebut dalam Politik Amerika? Jadi di sini sebenarnya harus ada yang namanya kemampuan untuk diverifikasi kebenarannya, entah melalui studi pustaka atau langsung datang ke lapangan.
  • Teori Filsafat Pendidikan Mardjo Dalam Bisnis Online, hari ini Mardjo bilang “oh iya itu benar bahwa pendidikan di bisnis online pertama-tama harus melalui tahap belajar programming dulu”, besok ditanya lagi dia bilang “ohh,, ga betul itu,,! Yang betul itu bisnis online pertama-tama harus belajar ilmu marketing dulu!” Mana yang benar?

Dari kedua contoh di atas maka ilmu filsafat di sini bisa disebut juga sebagai filsafat yang telah disistematisasikan. Sebagai obat atau tips dalam meyakini tentang ilmu filsafat maka silakan menghayati saran berikut:

  • Sadarlah bahwa kajian/penelitian filsafat bukanlah penelitian main-main. Perlu keseriusan dan pemanfaatan pikiran yang baik
  • Buatlah kajian/penelitian filsafat menjadi kajian/penelitian yang berharga untuk dipandang, tidak bagi Anda saja tetapi bagi orang lain juga
  • Berikan kejelasan dan ketegasan pada filsafat sehingga dapat dikritik dan diperbaiki, jika tidak jelas bagaimana bisa diketahui mana yang salah selain ketidakjelasan itu sendiri?

Setelah membaca artikel ini maka jangan lagi ada yang tanya landasan teori dalam kajian filsafat itu perlu atau tidak. Make yourself and others to be proud with philosophy.

Tags: , , , ,

AUTHOR

# Full time business development member, part time philosopher, amateur web programmer, Ubuntu lover, and guitar player.

19 tanggapan untuk “Ilmu Filsafat Berbeda Dengan Filsafat”

  1. December 30th, 2009 at 01:03 | #1

    KEN, link blog mu ak tarok di page filsafat ugm ya!

    • December 30th, 2009 at 04:23 | #2

      Dengan senang hati Rona 😎
      Terima kasih banyak :mrgreen:

  2. December 30th, 2009 at 08:29 | #3

    wew ternyata beda yaks

  3. January 1st, 2010 at 05:21 | #4

    SELAMAT TAHUN BARU 2010…HIDUP BARU DAN SEMANGAT BARU BUAT KITA SEMUA…SALAM SUKSES SELALU…

    ***BABESAJABU***

  4. January 1st, 2010 at 05:22 | #5

    SALAM PERSAHABATAN…

  5. January 2nd, 2010 at 00:52 | #6

    oh beda iaa… hhee

    bahasan berat banget,… aprillins pinter iaa.. hehee

    uda rinie taroh di blog rinie Url na aprillins..^^

    salam kenal^^

    • January 2nd, 2010 at 04:50 | #7

      hehehe pinter sih ngga biasa aja kok hehehe 😎 terima kasih ya rinie.. hehehe dikau sangat baik hati.. dan tidak sombong

  6. January 2nd, 2010 at 01:09 | #8

    Lha link harusnya yg bagaimana?
    Aku salah tulis link ya?

    • January 2nd, 2010 at 04:57 | #9

      harusnya yang bagus bang atta ehehehe iya salah tulis.. bagusnya ga pake www.
      :mrgreen:

  7. January 3rd, 2010 at 03:08 | #10

    salam kenal.

  8. January 4th, 2010 at 08:12 | #11

    stiap cabang ilmu pasti berawal dari filsafat dahulu sbg pondasinya^^

  9. January 4th, 2010 at 11:16 | #12

    datang sebelom shalat maghrib

  10. January 5th, 2010 at 18:01 | #13

    salam kenal dulu dalam persahabatan dan kasih
    hehehe
    anak filsafat yah mba/mas? hehehe

    • January 5th, 2010 at 18:47 | #14

      iya salam kenal.. heheehe.. saya mas aja.. masa mba 😎
      ya orang filsafatlah kadang punya pikiran aneh.. hehehe

  11. January 6th, 2010 at 06:19 | #15

    wah tempat belajar filsafat. mbak or mas punya e-book filsafat ? saya sedang ingin menulis beberapa artikel dengan sedikit filsafat. terima kasih atas perhatiannya

  12. January 6th, 2010 at 11:05 | #16

    met sore semuaaaaaaa
    dah pada mandi beloooommmm

  13. January 6th, 2010 at 16:06 | #17

    heww.heww… pembahasan nya masih berat…
    lumayan nambah wawasan aku jarang baca buku filsafat.. bukan jarang mungkin gag pernah kali ya yang serius banget bahas filsafat.
    maap lama gag maen… hehehehe

  14. January 6th, 2010 at 16:07 | #18

    oh iyua ne muka baru dah lama yach makin keliatan mulus aja…. tambah seger ngeliatnya..

  15. March 2nd, 2010 at 12:36 | #19

    Kalawo nyang ini termasuk nyang mana mas:
    “TIDAK ADA ITU ADA, TETAPI ADA ITU SEBENARNYA TIDAK ADA” 🙄 😆

Silakan Beri Komentar